Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home global news detail berita

Pembelian BBM dengan MyPertamina Dinilai Jadi Cara Pertamina Tekan Subsidi

Muhajirin Senin, 04 Juli 2022 - 12:34 WIB
Pembelian BBM dengan MyPertamina Dinilai Jadi Cara Pertamina Tekan Subsidi
ilustrasi (langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kebijakan penggunaan kode bar atau QR Code dari aplikasi MyPertamina untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar, dinilai jadi cara Pertamina untuk menekan subsidi BBM.

“Sejatinya Pertamina itu keberatan menjalankan Penugasan Subsidi, karena pemerintah selalu terlambat bayar subsidi dan kompensasi. Ketidakpastian ini membuat Pertamina mismatch dalam cashflow,” kata Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Achsanul Qosasi melalui akun twitter-nya, Senin (4/6/2022).

Atas dasar itu, Achsanul menilai Pertamina melakukan berbagai cara agar subsidi bisa ditekan dengan alasan agar tepat sasaran.

"Sehingga apapun cara dilakukan Pertamina agar subsidi ini bisa ditekan, dengan alasan 'agar tepat sasaran'," kata Achsanul.

Baca Juga: DPR Desak Pertamina Tinjau Ulang Pembelian BBM Pakai Aplikasi

Berbeda dengan subsidi PT Pelni dan PT Kereta Api yang selalu diterima di muka melalui mekanisme PSO (Public Service Obligation). Subsidi tersebut digunakan untuk penyangga harga tiket.

“Kemudian diperiksa BPK RI. Kalau lebih dikembalikan, kalau kurang diperhitungkan. Sehingga Pelni dan KAI semangat menjalankan subsidi,” kata Qosasi.

Subsidi pada dasarnya ditujukan buat masyarakat menengah ke bawah, untuk meringankan beban hidup mereka. Tapi fakta di lapangan berbeda. Itu menjadi salah satu alasan Pertamina ‘mempersulit’ pembelian BBM Subsidi.

Mengutip laman resmi Pertamina, 60% masyarakat mampu mengonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan, 40% masyarakat rentan dan miskin hanya mengonsumsi 20% dari total subsidi energi itu.

Penggunaan subsidi yang tidak tepat sasaran itu mendorong Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial and Trading Pertamina mengupayakan mekanisme yang dapat memastikan subsidi tepat sasaran.

Baca Juga: Pertamina Awali Penggunaan Beli BBM via Aplikasi di 11 Kota Ini

Subsidi tepat sasaran sangat penting, mengingat pemerintah sudah mengalokasikan dana sampai Rp520 triliun untuk subsidi energi pada 2022. Upaya menciptakan mekanisme penyaluran BBM Subsidi itu juga merupakan pelaksanaan Perpres No.191/2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No.04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.

Mekanisme baru itu diuji coba dan dimulai dengan pendaftaran di situs MyPertamina. Pendaftaran itu dimaksudkan untuk pencocokan data berbasis sistem atau digital.

Setelah mendaftar, pengguna akan mendapatkan kode bar atau QR Code untuk pembelian pertalite dan solar. Konsumen bisa mendaftarkan diri melalui situs subsiditepat.mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina.

Sayangnya, Aplikasi MyPertamina yang diluncurkan PT Pertamina mendapat respon kurang baik dari masyarakat karena dinilai mempersulit bukan malah mempermudah. Di App Store, netizen mengganjar aplikasi itu dengan bintang 1,3 sementara di Google Play Store mendapat hanya 1,2 bintang.

Baca Juga: Pakar Nilai Penggunaan Aplikasi Beli BBM Susahkan Masyarakat

Bintang dalam platform pengunduhan aplikasi milik Android dan iOS menjadi indikator kepuasan pengguna. Sejak Pertamina mengatur pembelian BBM bersubsidi menggunakan MyPertamina, masyarakat banyak melayangkan kritik.

"Aplikasi gak jelas terlalu memaksakan proyek berbasis aplikasi. Kesiapan sistem sangat buruk, time connection, tidak terdaftar, aplikasi lemot dan keluar sendiri. Sistem pembayaran juga tidak fleksibel, bukan mempermudah tetapi semakin mempersulit masyarakat. Bagaimana nasib yang tidak mempunyai HP sedangkan membutuhkan bensin buat mencari nafkah? Semoga bisa refleksi dan evaluasi agar tidak terkesan maksa," kata pengguna bernama Khairul Anhar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)