LANGIT7.ID - , Jakarta -
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Hipertensi dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit arteri koroner, stroke, gagal jantung dan
gagal ginjal kronis.
Hipertensi tidak hanya menyerang seseorang berusia lanjut, anak muda pun wajib mewaspadai indikasi hipertensi dalam dirinya. Karena itu hendaknya seseorang rutin melakukan pemeriksaan darah setiap tahun.
Baca juga: Banyak Jemaah Haji Hipertensi, Tim Kesehatan Diminta Lebih PeduliKetua Badan Kesehatan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Djoko Santoso menjelaskan, pemeriksaan tekanan darah secara teratur sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan. Sebab, kebanyakan anak muda dapat merasa sangat prima padahal memiliki pembacaan tekanan darah yang tinggi.
“Pembacaan di atas 120/80 mmHg sudah jadi lampu kuning, lampu peringatan. Di titik ini sudah dinyatakan sebagai titik prehipertensi,” kata Guru Besar Kedokteran Universitas Airlangga dilansir MUI Jawa Timur, Kamis (7/7/2022).
Orang dewasa muda dianggap betul-betul hipertensi bila pembacaan sudah dimulai pada angka 140/90 mmHg ke atas. Sementara bila angka atas (sistolik) antara 120-139 mmHg, dan/atau angka bawah (diastolik) antara 80-89mmHg, pembacaan ini berada dalam kisaran prehipertensi.
Sementara, untuk orang yang lebih tua dari usia 50 tahun, ada kekhususan yaitu fokus pada pembacaan sistolik dibandingkan diastolik. Ketika tekanan sistolik ada di 120 atau lebih tinggi, maka yang bersangkutan harus fokus untuk mengutamakan pada pilihan
gaya hidup yang sedemikian rupa bisa menurunkan tekanan darah.
Baca juga: Tanpa Keluhan, Hipertensi Disebut sebagai The Silent Killer“Ini termasuk hal-hal seperti penurunan
berat badan, diet rendah garam dan olahraga teratur,” lanjutnya.
Ia menyarankan mengawali langkah medis dengan menemui penyedia layanan kesehatan terdekat. Konsultasikan tentang target tingkat tekanan darah terkendali dan kemungkinan kebutuhan akan obat-obatan dan paket pola hidup yang sesuai.
“Tentang target tekanan darah yang terkendali, biasanya itu tercapai dalam waktu satu bulan setelah memulai pengobatan dengan baik dengan meningkatkan dosis obat awal atau dengan menggunakan kombinasi obat yang didukung oleh pola hidup yang tepat,” paparnya.
Menurut pedoman baru, untuk target tekanan darah terkendali pada pasien dengan penyakit ginjal dan hipertensi, ditentukan <140/90 mmHg. Sedangkan yang
diabetes dan hipertensi direkomendasi secara konservatif hampir sama atau lebih rendah lagi jika ada kebocoran hebat pada protein di urin.
Baca juga: Termasuk Penyakit Kronis, Waspadai Hipertensi Paru pada Anak(est)