LANGIT7.ID - , Jakarta - Harga cabai berangsur turun menyusul pasokan yang melimpah. Sebelumnya, harga tertinggi
cabai mencapai Rp130.000 per kilogram kini menjadi di kisaran Rp80.000 per kilogram.
Berdasarkan data
Kementerian Pertanian, produksi cabai besar nasional pada Juni 2022 mencapai 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton. Sementara kebutuhan cabai besar diperkirakan 76.317 ton sehingga neraca cabai besar surplus 1.723 ton. Ini juga terjadi pada cabai keriting, yang surplus 1.403 ton karena kebutuhan nasional Juni 2022 diperkirakan 72.159 ton.
Baca juga: Harga Cabai Merah Anjlok, Anggota DPR Sentil PemerintahSedangkan pada Juli 2022 produksi cabai besar sebesar 99.949 ton dan
cabai rawit sebesar 209.673 ton. Kebutuhan cabai besar bulan Juli diperkirakan 97.731 ton atau surplus 2.218 ton.
Salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Yuni mengatakan, saat ini pasokan cabai cukup melimpah.
“Di sini (Pasar Induk Kramat Jati) cabai semua banyak stoknya, harga juga sudah turun sekarang sekitar Rp75.000 sampai Rp80.000-an, sebelumnya sampai Rp130.000 di Pasar,” ujarnya kepada Langit7.id, Kamis (7/7/2022).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 4 Juli 2022, harga cabai merah besar turun 1,2 persen atau dari Rp85.000 menjadi Rp70.000 per kg. Selain itu, cabai merah keriting turun 6,53 persen atau Rp5.050 dari Rp77.300 menjadi Rp72.250 per kg.
Baca juga: Cabai Rawit dan Telur Ayam Picu Inflasi Desember Tertinggi 2 Tahun TerakhirTerkait hal ini, Kementerian Pertanian mengatakan, pasokan cabai dan kebutuhan pangan lain untuk masyarakat Jabodetabek dalam kondisi aman dan terkendali jelang
Idul Adha 1443 H.
(est)