LANGIT7.ID, Jakarta - Eks Perdana Menteri Jepang
Shinzo Abe dilaporkan mengalami henti jantung usai ditembak saat berpidato di kota Nara dekat Stasiun Yamato-Saidaiji Jumat (8/7/2022). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11:30 waktu setempat.
Menurut laporan saksi di lokasi penembakan, pelaku melepaskan peluru ke dada dan bagian leher Shinzo Abe. Akibat insiden itu, Abe mengalami Traumatic Cardiac Arrest (TCA) yakni suatu kondisi
jantung berhenti berdetak karena trauma, bisa dari luka tembak atau luka tusuk di daerah toraks.
Baca Juga: Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak Orang Tak DikenalKondisi ini merupakan keadaan darurat yang bisa mengakibatkan kematian jika tidak mendapatkan perawatan medis cepat. Akibatnya, darah berhenti mengalir ke otak dan organ vital lain.
Henti jantung yang dialami Shinzo Abe setelah tertembak berbeda dengan serangan jantung (heart attack) biasanya. Serangan jantung biasa muncul saat arteri tersumbat sehingga darah yang membawa oksigen tidak bisa mencapai jantung. Jika sumbatan tak segera ditangani, arteri hingga jantung berpotensi rusak.
Melansir dari Heart, henti jantung merupakan kondisi malfungsi listrik pada jantung sehingga terjadi detak tak beraturan (aritmia). Fungsi pompa berhenti dan tidak ada pasokan darah ke organ-organ vital.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Mantan PM Jepang Shinzo AbeKondisi serangan jantung dan henti jantung berkaitan. Henti jantung bisa muncul setelah serangan jantung. Sedangkan serangan jantung meningkatkan risiko henti jantung.
Beberapa faktor dapat mempengaruhi luasnya trauma henti jantung antara lain masuk dan keluarnya luka tembak, lintasan peluru, dan struktur anatomi jantung. Cedera jantung akibat luka tembak dapat mengakibatkan dampak di salah satu bilik jantung atau keduanya.
Baca Juga:
Gagal Jantung Penyakit Serius, Dokter: Tapi Bukan Akhir dari Hidup
Buya Syafii Maarif Wafat Setelah Dua Kali Henti Jantung(asf)