Alasan Pulang Shalat Idul Adha Harus Lewat Jalan Berbeda
mahmuda attar husseinAhad, 10 Juli 2022 - 08:50 WIB
Shalat Idul Adha di kompleks perumahan warga. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pulang Shalat Idul Adha dan Idul Fitri dianjurkan melewati jalan berbeda. Hal ini menjadi sunnah Nabi SAW agar semakin banyak bertemu saudara sesama muslim.
Pergi dan pulang sholat Idul Adha dengan jalan yang berbeda merupakan sunnah Rasulullah. Contoh ini disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, yang artinya:
"Jabir radhiallahu anhu berkata, kebiasaan Nabi SAW pada hari raya adalah beliau menempuh jalan yang berbeda ketika pergi dan juga pada saat pulang."
"Hikmahnya adalah supaya kita melihat bagaimana syiarnya Islam, karena seluruh umat Islam pada saat itu berbondong-bondong untuk beribadah," ungkapnya.
Shalat hari raya juga hendaklah dilaksanakan di padang pasir atau di lapangan terbuka. Kecuali dalam keadaan darurat semisal hujan dan lainnya, sehingga shalat hari raya bisa dilaksanakan di masjid.
"Disunnahkan pula untuk mengucapkan selamat satu sama yang lain. Dengan mengucapkan salam kepada saudaranya, 'Taqabbalallahu Minna Wa minkum, Semoga Allah menerima ibadah kami dan juga kamu'," katanya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”