LANGIT7.ID, Jakarta - Penceramah
Buya Yahya mengingatkan kepada orang tua santri agar tidak gelisah. Dia meminta agar tetap husnuzan kepada Allah SWT ketika anaknya masuk ponpes.
Hal itu dikatakannya mengingat sering terjadi kegalauan dari sebagian orangtua santri. Kerisauan mereka itu biasanya karena keterbatasan waktu menjenguk anak dan beberapa kasus yang belakangan cukup mencoreng nama
pondok pesantren.
"Di saat ingin memondokkan anak, pertama kali Anda husnuzan kepada Allah SWT. Allah yang akan mengurusinya, sebab anak sedang berada di jalan Allah," kata dia dalam penggalan ceramahnya, Selasa (12/7/2022).
Menurutnya, husnuzan ini jugalah yang bakal menjadikan anak betah selama menjalani pendidikan di
pesantren. Sehingga orang tua perlu yakin bahwa Allah yang akan memberikan kesenangan dan kebetahan di dalam hati para santri.
Baca Juga: Tips Memilih Pondok Pesantren untuk Anak, Ini Kata Ustadz Opik"Jadi jangan sampai orang tua dihantui oleh pikiran yang macam-macam," katanya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini juga menyebutkan, agar orang tua bisa membekali anak untuk patuh kepada gurunya. Sebab, ketenangan seorang santri akan didapatkan saat mereka nyaman dengan gurunya.
"Kalau ada seorang tua kadang-kadang membicarakan pesantren atau guru dengan kalimat yang kurang baik, sebetulnya justru itu yang mencabut rasa senangnya seorang anak," katanya.
Celakanya, hal itu juga terkadang menghilangkan motivasi anak untuk masuk ke ponpes. Padahal, kesenangan di sana bisa diibaratkan sebagai taman surga dan dibanggakan oleh Nabi SAW.
"Selanjutnya, orang tua harus pasrah ketika menitipkan anaknya di pondok pesantren," katanya.
Sebab, lanjut dia, bisa saja karena orang tua mulai melakukan yang aneh-aneh maka dampaknya dirasakan anak di ponpes. Padahal mungkin santri itu adalah anak yang baik, cerdas, dan sebagainya.
"Cuman karena orang tuanya kurang pasrah, tiba-tiba sang anak ini disaat mau dibesarkan itu tidak bisa, karena tercabut kesenangan dan kebetahannya," ujarnya.
(bal)