LANGIT7.ID, Jakarta - Al Baqarah Ayat 255 disebut juga dengan ayat kursi. Dinamakan demikian karena pada ayat tersebut menjelaskan mengenai kekuasaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, dan hanya Dia yang berhak untuk disembah.
Al Baqarah ayat 255 atau ayat kursi merupakan merupakan ayat paling agung dalam Al-Qur’an dengan keutamaan yang luar biasa dan mendatangkan kebaikan bagi yang membacanya. Di setiap kalimat pada bacaan ayat ini mengandung banyak sekali makna tentang keutamaan serta manfaatnya.
Sebagaimana jawaban Rasulullah atas pertanyaan Abu Dzar: “Ya Rasulullah, di antara ayat yang diturunkan kepadamu, manakah yang paling agung?” Beliau bersabda, “Ayat kursi, yakni
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum.” (HR. Ahmad).
Baca Juga: Tafsir Al-Baqarah 286: Allah Tidak Bebani Hamba di Luar Kadarnyaٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS Al-Baqarah: 255).
Dalam tafsir Al Wajiz, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa Allah satu-satunya Dzat berhak disembah, yang berhak menjadi Tuhan, Dzat yang Maha Hidup kekal selama-lamanya, Dzat yang berkuasa mengatur, menjaga, dan memelihara makhluk-Nya.
Baca Juga: Tanda-Tanda Haji Mabrur, Ini Penjelasan Ustadz SyafiqSementara Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menafsirkan bahwa Nabi mengabarkan, “Ayat ini ayat paling agung dalam Al-Qur’an” karena ayat ini meliputi makna tauhid, kebesaran, dan luasnya sifat Allah, dan Allah mengabarkan bahwasanya Dia adalah “Allah” yang memiliki segala makna-makna ketuhanan dan tidak ada yang berhak bercitra ketuhanan dan peribadahan kecuali hanya Dia.
Ayat ini menggambarkan tentang kebesaran, keesaan, kekuasaan, dan kekekalan Allah SWT. Dzat yang tidak ada yang berhak dihadapkan padanya uluhiyah dan ubudiyah kecuali Dia, Yang Maha hidup yang mempunyai seluruh hakikat kehidupan yang sempurna, sesuai dengan keagunganNya, lagi Maha mengatur segala sesuatu, tidak mengantuk, dan tidak tidur.
Baca Juga: Mati Syahid, Pengertian dan 5 Golongannya Dalam Islam(zhd)