LANGIT7.ID, Bandarlampung -
Pesantren Al Hidayat Gerning di Lampung sukses membudidayakan melon sultan. Tak tanggung-tanggung prosesnya dilakukan dengan teknologi Internet of Thing (IoT).
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona yang berkesempatan mencicipi rasa melon ini menyebutkan rasanya mantul (mantab betul).
Kesuksesan
budi daya melon sultan ini tidak lepas dari bantuan para santri. Pasalnya, mereka memang diamanatkan untuk menjadi pengelola melon sultan di greenhouse yang ada.
"Rasanya mantul!" ungkap Dendi seperti dikutip
NU Online, Jumat (15/7/2022).
Budi daya melon sultan ini tidak dilakukan sembarangan. Diketahui, greenhouse sebagai tempat budi dayanya menggunakan teknologi Internet of Thing (IoT).
Baca Juga: 5 Restoran Terbaik di Bandarlampung, Sajikan Makanan Khas DaerahSelain itu, panen perdana melon sultan ini juga siap dijadikan sebagai ikon baru Lampung. Apresiasi disampaikan Dendi kepada seluruh pengelola pesantren yang terlibat dalam budi daya melon sultan, termasuk para santri.
"Melon sultan ini sangat cocok masuk pasar modern dan konsumsi masyarakat," ujarnya.
Melon sultan memiliki kualitas unggul, hingga mampu masuk ke dalam persaingan pasar modern. Adapun yang membedakannya dari melon biasa tampak dari kulitnya yang berwarna kuning keemasan, tekstur kulit cantik, dan daging buah yang segar dan menarik.
"Tekstur daging buahnya pun lembut dan renyah. Serta yang terpenting rasa manis yang mengalahkan rasa melon-melon lainnya," katanya.
Program penanaman melon sultan ini merupakan kerjasama 14 pesantren yang tersebar di Lampung. Mereka tergabung dalam Himpunan Ekonomi Pesantren (Hebitren) Lampung.
Selain di Pesantren Al Hidayat, beberapa pesantren di Lampung juga sedang pada musim panen.
Di antaranya seperti Pesantren Istiqamah Al-Amin dan Pesantren Al-Hamid di Cintamulya Lampung Selatan, Pesantren Darul Ulum Lampung Selatan, serta Pesantren Nurul Fatah dan Pesantren Nurul Ikhlas di Tulang Bawang.
(bal)