LANGIT7.ID - , Jakarta - Insiden
kecelakaan maut yang melibatkan truk Pertamina menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Alternatif
Cibubur, CBD, Bekasi, Senin (18/7/2022) berujung petisi penutupan lampu merah di area TKP.
Banyak warganet mengaku melihat sejumlah kecelakaan yang terjadi di area
lampu merah tersebut. Maka itu, mereka pun memunculkan petisi di internet untuk menuntut penutupan lampu merah di area kecelakaan maut.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Cibubur, Truk Pertamina Diduga Rem BlongDari pantauan Langit7 di situs
change.org, Selasa (19/7/2022), petisi yang diunggah oleh akun bernama Umi N itu sudah ditandatangi
27.831 orang dengan target 35.000 orang.
Dalam keterangannya, Umi N menjelaskan awal mula lampu merah tersebut dibangun hingga saat ini memakan
korban jiwa."Saat ini di Jalan Transyogie sedang ada pembangunan proyek CBD sebrang Citra Grand. Dengan adanya proyek tersebut, dibuat lampu merah untuk keluar masuk kendaraan dari CBD. Padahal kontur jalanan tersebut adalah turunan baik dari arah Jakarta maupun Cileungsi," katanya.
Dengan adanya kasus-kasus kecelakaan yang terjadi akibat lampu merah tersebut, Umi N mempertanyakan fungsi lampu pengendali arus lalu lintas itu.
Baca juga: Warganet Soroti Keberadaan Lampu Merah di Lokasi Kecelakaan Maut Cibubur"Sesuai dugaan lampu merah tersebut sudah memakan korban. Hari ini terjadi tabrakan yang memakan korban, kendaraan yang berhenti karena lampu merah dihantam oleh truk dari arah belakang karena turunan. Apakah karena mengakomodir pembangunan proyek mengabaikan keselamatan pengguna jalan?" tanya Umi N dalam petisi tersebut.
(est)