LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat harus hati-hati dengan jejak digital di berbagai
media sosial. Jangan sampai rekaman yang tersebar itu malah merugikan diri sendiri nantinya.
Guru Besar Manajemen dan
Kebijakan Publik UGM Agus Pramusinto menyebut
jejak digital tidak bisa dihapus. Sebab bisa saja ada orang lain yang sudah menyimpannya.
![Hati-Hati dengan Jejak Digital, Jangan Sampai Timbulkan Kerugian]()
"Kita harus ingat, apa yang kita tinggalkan akan terekam walaupun Anda sudah menghapusnya," kata Agus dalam keterangannya dilansir
Antaranews, Selasa (19/7/2022).
Baca Juga: Ada Pergeseran Fungsi, Media Sosial Jadi Lahan Cari CuanAgus mengatakan jejak digital dapat diartikan sebagai bukti-bukti yang ditinggalkan warganet setelah beraktivitas di internet.
Jejak digital berupa unggahan, situs yang dikunjungi, komentar di media sosial, ataupun transaksi belanja dapat membentuk citra diri pengguna internet tersebut.
Bahkan, kata dia, jejak digital dapat mempengaruhi masa depan seseorang semisal untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan.
Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat untuk mengelola jejak digital dengan baik agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.
"Kalau Anda meninggalkan jejak kebaikan, hasilnya akan baik untuk Anda. Berbeda halnya bila yang ditinggalkan keburukan," ujarnya.
(bal)