LANGIT7.ID, Jakarta -
Pengendara motor mesti berhati-hati ketika jalan beriringan dengan kendaraan besar seperti truk. Ada cara berkendara yang aman untuk mengantisipasi
kecelakan.
Kendaraan besar seperti truk dan bus memiliki
blind spot (titik buta). Kondisi ini menyulitkan para sopir melihat adanya kendaraan kecil lain di sekitarnya.
![Untuk Pengendara Motor, Ini Cara Berkendara Aman Dekat Truk]()
Untuk itu, berikut Langit7 rangkum cara berkendara sepeda motor yang aman ketika beriringan dengan truk:
Baca Juga: 5 Tips Antisipasi Kecelakaan saat Rem Blong, Utamakan Keselamatan1. LampuSepeda motor keluaran pabrikan saat ini sudah tidak memiliki tombol lampu on/off. Artinya, pabrikan membuat keadaan lampu yang selalu hidup.
Hal itu dilakukan mengingat banyaknya kasus kecelakaan yang menimpa sepeda motor karena mereka tidak terlihat oleh kendaraan lainnya.
Aturan tersebut tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 107 ayat 2.
Namun, masih banyak pengendara nakal yang justru memodifikasi motornya agar lampu bisa dimatikan.
Padahal, lampu motor yang hidup ini bisa mengurangi risiko kecelakaan. Untuk itu, pastikan lampu motor Sahabat tetap hidup di siang hari, terlebih ketika jalanan yang dilewati juga sering dilalui truk.
2. KlaksonTruk memiliki blind spot yang lebih banyak ketimbang kendaraan kecil lainnya. Bahkan terkadang lampu motor yang sudah hidup pun tidak tampak oleh supir truk.
Untuk itu, Sahabat bisa membunyikan klakson ketika posisi truk sudah terlalu dan membahayakan. Sehingga supir truk akan sadar bahwa ada kendaraan kecil yang berada dekat dengan truknya.
3. Jaga JarakImbauan ini termasuk yang paling sering disosialisasikan. Jaga jarak aman Sahabat ketika sedang berkendara, tidak hanya dekat dengan truk tapi juga jenis kendaraan lainnya.
Dengan jaga jarak, Sahabat masih memiliki kesempatan untuk melakukan pengereman dan menghindari bahaya di depan mata. Jadi, jangan ugal-ugalan dan terlalu dekat dengan kendaraan lain yah.
4. Baca Pergerakan TrukKalau ini sih Sahabat harus paham betul rambu jalan dan lalu lintas. Termasuk tanda yang diberikan supir truk di jalan.
Biasanya, supir truk akan memberikan tanda dengan menyalakan hazard atau pun sein kanan-kiri, juga menembakkan lampu utamanya. Nah, Sahabat harus paham apa yang akan dilakukan supir truk ketika sudah memberikan tanda-tanda itu.
Menembakkan lampu utama biasanya supir truk akan meminta jalan lebih dulu. Lampu hazard biasanya ada tanda bahaya di depan, atau truk akan parkir mundur, sementara lampu sein kanan atau kiri biasa diberikan supir truk bukan hanya ketika berbelok saja.
Nyala sein kanan truk di jalan lurus menandakan Sahabat tidak boleh mendahuluinya karena masih ada kendaraan di depan yang membahayakan. Sementara sein kiri diikuti truk yang sedikit jalan minggir menandakan Sahabat telah diberi jalan untuk mendahuluinya.
5. Hindari Jalan BeriringanCara paling aman adalah menghindari jalan beriringan dengan truk. Artinya Sahabat harus segera menjauh dari kendaraan besar ini.
Ada dua cara yang bisa Sahabat lakukan. Pertama, melambatkan motor Sahabat dan membiarkan truk jalan menjauh. Kedua mendahului truk dan segera menjauh darinya.
(bal)