LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah dinilai perlu menghidupkan kembali Direktorat Keselamatan Transportasi Darat untuk menekan angka
kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, menyampaikan solusi tersebut menyikapi kasus
kecelakaan di kawasan Cibubur belum lama ini.
"Di Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat (Ditjenhubdat) pernah ada bagian keselamatan transportasi. Ini perlu dibentuk lagi," kata dia kepada Langit7, Rabu (20/7/2022).
Baca Juga: 5 Tips Antisipasi Kecelakaan saat Rem Blong, Utamakan KeselamatanApalagi di Indonesia kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan merupakan penyebab kematian peringkat pertama bagi kelompok umur anak-anak dan remaja.
Sementara 50 persen korban meninggal dunia adalah pengguna jalan rentan, seperti pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara sepeda motor.
"Meskipun saya tahu ada batasan jumlah direktorat dalam satu ditjen, tapi kondisi sekarang sudah pandemi kecelakaan lalu lintas!" tegasnya.
Dia menyebutkan, masalah keselamatan transportasi darat juga harus menjadi perhatian presiden sebagai Kepala Negara. Pasalnya, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sudah melebihi korban Covid-19.
"Dalam satu hari ada 3 korban meninggal dunia akibat pandemi Covid-19. Sementara dalam satu jam, 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Jadi harus ada keputusan politik negara untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," katanya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah korban kecelakaan lalu lintas pada periode tahun 2010 - 2020 berkisar antara 147.798 - 197.560 jiwa.
Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529 - 32.657 jiwa. Pada tahun 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa, setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam.
(bal)