LANGIT7.ID, Jakarta - Kaum penyuka sesama jenis kini semakin berani menunjukkan eksistensinya, mereka sudah bertebaran di mana-mana. Bahkan secara terang-terangan mengungkapkan rasa bahagia membangun rumah tangga dengan sesama jenis.
Komunitas pecinta sesama jenis kini kian marak di seluruh penjuru dunia dengan slogan cinta adalah cinta. Fenomena ini sangat bertentangan jauh dari ajaran Islam, di mana Allah SWT menciptakan manusia berpasang-pasangan, seperti halnya Nabi Adam alaihissalam dan Siti Hawa.
Fenomena ini ternyata sudah disinggung dalam Al-Quran surah Al-A’raf Ayat 81, Allah berfirman:
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
Baca Juga: Surat Al-Baqarah Ayat 221: Larangan Nikah Beda AgamaArtinya: Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, hal ini merupakan perbuatan yang melampaui batas dan suatu kebodohan. Karena perbuatan seperti itu berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.
Selaras, Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz mengatakan, perbuatan suka sesama jenis dan melakukan hubungan sejenis tidak sesuai dengan akal sehat. Ini karena mengabaikan para wanita yang memang tempat melampiaskan syahwat sesuai dengan fitrahnya. Mereka adalah kaum yang melampaui batas dalam berbuat maksiat dan keluar dari batas normal.
Merujuk pada kedua tafsir di atas, kaum yang melampaui batas ialah orang-orang yang tidak sesuai fitrahnya serta tidak bermoral. Mereka telah melampaui batas, padahal Allah menciptakan laki-laki dan wanita sebagai pasangan sesuai fitrah manusia.
Baca Juga: DDII: HAM Tak Bisa jadi Landasan Pernikahan Beda Agama(zhd)