LANGIT7.ID, Jakarta - Di tengah potensi krisis pangan, Masjid At-Taqwa melakukan urban farming hidroponik sejak tahun 2020. Hasil merintis tanaman hidroponik dari awal kini berbuah manis.
Masjid yang berlokasi di Sunter Muara, Jakarta Utara kini mampu menjadi supplier (pemasok bahan) ke perusahaan tersero (PT) di bidang agrobisnis. "Kita sudah jadi penyuplai ke perusahaan, mereka mengambil dari sini dan sebagian kita jual ke warga," kata salah satu pengurus masjid, Ade Kurniawan saat ditemui
Langit7, Selasa (19/7/2022).
Sayuran yang dijual ke warga sekitar harganya pun lebih miring ketimbang di pasaran. Penyuplaian yang didistribusikan ke perusahaan juga harus berkualitas dan memenuhi kriteria.
![Hasil Hidroponik Masjid At-Taqwa Mampu Pasok Kebutuhan Warga]()
"Kalau ke PT ada kualifikasinya, mereka biasa mesen kangkung tingginya maksimal 34 centimeter," tutur Ade.
Baca Juga: Produktif dan Menghasilkan, Masjid At-Taqwa Kembangkan Kebun Hidroponik"PT ngambilnya per dua minggu sekali," tambahnya
Distribusi jenis sayuran yang dilakukan ke perusahaan tersebut adalah kangkung dengan harga Rp20 ribu per kilogram. Berbagai jenis sayuran tersedia di kebun hidroponik masjid di antaranya pakcoy, cabai merah, cabai rawit, kangkung, sawi, terong, jambu bol, dan buah tin.
![Hasil Hidroponik Masjid At-Taqwa Mampu Pasok Kebutuhan Warga]()
Ade menambahkan, dalam berkebun hidroponik memerlukan cara khusus untuk merawat tanaman agar tetap segar saat panen. Ade menjelaskan bahwa penyuburan tanaman dilakukan dengan pemberian vitamin.
"Kita pakai cairan vitamin a dan b, kita mix dengan takaran kurang lebih satu liter per rakit apung, kemudian dicampur air di bawah rakit apung," jelasnya.
Baca Juga: Pebalap Motor Arbi Catat Waktu Sempurna di JuniorGP(zhd)