Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home home & garden detail berita

Rumah Limasan di Era Modern, Gaya Hidup Merawat Tradisi

arif purniawan Ahad, 08 Agustus 2021 - 20:15 WIB
Rumah Limasan di Era Modern, Gaya Hidup Merawat Tradisi
Rumah limasan di era modern untuk memadukan gaya hidup dan merawat tradisi. (Foto: Instagram).
LANGIT7.ID, Semarang - Bosan dengan arsitektur rumah modern? Rumah limasan bisa menjadi pilihan menarik. Rumah tradisional Jawa kuno ini akan memberikan kesan penghuninya tinggal di masa lampau. Limasan adalah rumah Jawa yang disebut lebih tua dibanding joglo, meski terkesan kurang mewah.

Dalam buku "Kota di Djawa Tempoe Doeloe" halaman 143, Olivier Johannes, Raap, 29 Mei 2017), Limasan adalah tipe lama sekali dan sudah digambarkan dalam relief Candi Prambanan dan Candi Borobudur abad ke-9. Adapun pada relief Candi Kuno sampai zaman akhir Majapahit abad ke-15 M, rumah bentuk joglo belum ada. Sehingga rumah joglo dianggap baru ada setelah era Mataram.

Pada bagian tengah rumah limasan memiliki kerangka dengan delapan tiang kayu. Sisi panjang adalah sisi depan. Intinya atap di bagian tengah berbentuk perisai, dan terdiri atas empat potongan atap. Dua buah bentuk segitiga dan dua buah bentuk trapesium. Bagian rumah yang depan dan belakang memiliki atap lebih mendatar. Jumlah atap totalnya ada 6 potong.

Kekunoan rumah limasan di mata Wahyu Sulistiyawan (35) menjadi kebanggaan tersendiri, karena ikut nguri-uri budaya Jawa. Ia tertarik untuk membangun rumah limasan karena terinspirasi dari beberapa kawannya, seprofesi di Semarang, yang gemar memburu jati lawasan, baik untuk rumah maupun aksesoris.

Setelah melakukan pencarian, dia akhirnya bisa mendapatkan di Kabupaten Wonogiri sekitar Desember 2014. Satu rumah limasan utuh terbuat dari kayu jati, dia bayar dengan harga Rp50 juta. Rumah berukuran 10 x 11 meter utuh tersebut kemudian dipasang, di lahan seluas 730 meter persegi di Pakintelan, RT 05 RW 5 Gunungpati Kota Semarang.

"Saya bosan rumah tembok. Ya biar beda saja dengan yang lain dan ingin mengembalikan kejayaan rumah ini lagi. Rumah limasan ini karena terbuat dari kayu, jika cuaca dingin akan hangat, dan ketika cuaca sedang panas akan adem," kata Sulis kepada LANGIT7.ID.

Limasannya memiliki dua pintu utama, dengan ukuran yang cukup besar. Alhasil, pada siang hari, cuacanya tidak terlalu panas, karena angin dari luar bisa masuk. Jendelanya pun juga cukup besar, dengan diututupi lonjoran bulatan kayu, yang tidak dimasuki tangan. Sementara, bagian lantai menggunakan keramik modern berwarna cokelat, bukan model panggung dari kayu.

Sulis mengatakan, limasan antara satu kabupaten dan kabupaten yang lain coraknya bagian dalamnya berbeda. Jika dari Wonogiri, tembok kayunya di bagian dalam bermotif kotak-kotak. Adapun untuk limasan dari Jepara, dan Kudus, dinamakan gebyok, ada ukiran-ukiran motif tertentu.

"Soko tiang juga menandakan status pemiliknya. Semakin besar sokonya, maka kedudukan pemilik rumah itu di suatu kampung semakin tinggi," ceritanya.

Untuk perawatan, diakuinya, memang cukup rumit. Karena terbuat dari bahan kayu, sangat rawan dimakan rayap khususnya di bagian tiang-tiangnya, maupun menjadi tempat bersarang tawon pada bagian usuk maupun reng. Akibatnya akan muncul lubang-lubang dalam kayu.

"Kalau soal perawatan bisa sangat mahal, jika memang harus melindungi seluruh soko tiang. Karena harusnya tidak ditanam, tapi di letakkan di atas keramik yang bagian bawahnya dicor dulu," jelasnya.

Setelah memasang limasan, semua bangunan divernis, biar terlihat mengkilap. Bagian depan, juga diberi kursi bagong, menambah kesan jadul. Di teras di lengkapi lesung, alat tumbuk padi yang terbuat dari bahan kayu, dan kursi tempat bersantai di luar rumah. Halaman rumah pun di tanami dengan tanaman buah, menambah kesan suasana pedesaan yang asri.

Sementara bagian dalamnya, limasan itu di dipadukan tembok dengan batu bata yang terlihat di ruangan tengah dan bagian kamar. Sementara, di bagian belakang, di padukan dengan tembok dari bata ringan. Pada bagian kamar, juga menggunakan amben berbahan kayu, baik kamar keluarga maupun tamu. Sementara, untuk kamar mandi, dibuat lebih modern dengan dilengkapi toilet duduk.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)