LANGIT7.ID - , Jakarta - Selain masalah kuota yang mempengaruhi
masa tunggu haji, Malaysia juga memiliki aturan ketat dalam memberangkatkan jamaahnya. Ketua Rombongan Haji (Tabung Haji) Malaysia, Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman mengatakan Malaysia melarang penderita penyakit tertentu untuk berangkat haji. Bahkan
obesitas atau kegemukan juga menjadi salah satu syarat yang pantang dilanggar.
“Ada aturan Body Mass Index (BMI) dihitung 40 ke atas tidak boleh berangkat. 35-40 kalau punya penyakit bawaan juga tidak dibenarkan berangkat,” ujar Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman.
Baca juga: Cerita WNI Berhaji dari UK: Tak Ada Masa Tunggu dan Diprioritaskan Saat Ibadah HajiDi samping obesitas, calon jamaah dengan penyakit bawaan seperti kencing manis dan
darah tinggi, yang tidak terkontrol juga dilarang berangkat. Selain pemeriksaan terkait Covid-19, proses pemeriksaan kesehatan juga dilakukan hingga dua kali.
Syed Saleh Syed Abdul Rahman, aturan tersebut membuat jamaah
Malaysia tidak ada yang sakit.
“Alhamdulillah jemaah datang sehat. Urusan ibadah juga mudah tidak ada yang tertinggal tidak ada yang jalan lambat,” ujar Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman, dikutip Sabtu (23/7/2022).
Tahun ini, Malaysia mencatat jumlah jamaah haji yang meninggal di
Arab Saudi hanya satu orang. Jamaah tersebut meninggal sebelum puncak haji.
Syed Saleh Syed Abdul Rahman melanjutkan, setiap tahunnya Pemerintah Malaysia mengumpulkan para ahli kesehatan untuk merumuskan penyakit bawaan apa saja yang dilarang bagi jemaah haji.
“Sebelum bulan puasa, kita sudah kumpulkan pakar kesehatan. Mereka merumuskan dan kita tinggal jalankan untuk kriteria jemaah seperti apa,” kata dia.
Baca juga: Masa Tunggu Haji Terlama Hampir 100 Tahun, Ini Penjelasan KemenagBerbeda dengan Indonesia, Malaysia tidak melakukan program Arbain atau salat 40 waktu berjamaah di
Masjid Nabawi, Madinah. Menurut Syed Saleh Syed Abdul Rahman, program ini dihapus dengan alasan sunnah dan untuk efisiensi waktu.
“Sudah 10 tahun arbain kita hilangkan dari buku-buku panduan haji di Malaysia,” ujarnya.
Menurut Syed Saleh Syed Abdul Rahman, aturan ketat ini sebenarnya juga banyak ditentang di Malaysia. Namun untuk tahun ini, mereka menekankan aturan kesehatan karena masih massa pandemi.
(est)