LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Adi Hidayat (UAH) angkat bicara terkait makna hijrah sesungguhnya dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah pada Selasa (10/8/2021). Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram bisa dimaknai mengingat kembali momen hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Menurutnya, penanggalan dalam kalender Islam selalu menghadirkan momentum yang membawa kesan dan pesan, bahkan hikmah di dalam kehidupan. Hijrah bukan sekedar berpindah tempat, namun hijrah merupakan komitmen yang dibangun atas dasar kesadaran nurani dan spiritual. Kesadaran tersebut mengantarkan manusia untuk berpindah kepada keadaan lebih baik yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
UAH menceritakan, Makkah pada awal-awal Islam muncul tidak mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Banyak penentangan, rintangan, permusuhan, bahkan ancaman pembunuhan kepada Rasulullah SAW dan sahabatnya.
Kondisi tersebut membuat Makkah tidak kondusif untuk bisa beribadah dengan baik, mempraktikkan nilai-nilai Islam yang luhur, dan membangun hubungan harmoni antarmasyarakat dengan nilai-nilai keislaman. Maka itu, kata dia, Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah untuk berhijrah kepada suasana yang mampu membangun kedekatan dengan Allah yang lebih nyaman dan lebih baik. Tak hanya itu, beliau diperintahkan hijrah ke suasana yang bisa mempraktikkan nilai-nilai Islam dengan baik dan interaksi sosial bisa berlangsung dengan baik.
"Spirit hijrah seakan memberikan pesan kepada kita, yakni selama kita telah berkomitmen menjadi seorang muslim, berislam, maka buktikan komitmen itu dengan cara selalu menghadirkan suasana yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya," ucap UAH melalui channel youtube UAH Official.
Atas dasar itu, kata dia, berhijrah bukan sekedar berpindah tempat, melainkan menghadirkan suasana yang lebih mulia, baik, elok dibandingkan dengan sebelumnya. Dia pun mengajak umat Islam untuk berhijrah lebih dekat dengan masjid, membiasakan diri shalat tahajjud, hingga memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.
"Puncaknya, yang belum menampilkan ajaran Islam dengan baik, maka tampilkanlah keadaan Islam dalam setiap titipan kehidupan kita, lisan kita berislam, mata kita berislam, telinga kita berislam, sampai ke ujung kaki kita. Itulah hijrah yang sesungguhnya,” ucap UAH.
(asf)