LANGIT7.ID, Jakarta -
Berdoa di media sosial menjadi gaya baru
umat Islam masa kini. Padahal ada syarat dan adab berdoa yang harus diperhatikan agar permohonan dikabulkan Allah SWT.
Doa menjadi salah satu ibadah kepada Allah SWT. Namun terdapat tuntunannya dalam
Al Quran dan hadist. Mulai dari tata cara hingga
bacaan yang dianjurkan Nabi SAW.
Allah dan Rasul-Nya menganjurkan umat untuk berdoa. Mereka yang enggan
berdoa kepada Allah SWT dipandang sebagai orang sombong dan mendapatkan murka dari Allah SWT. (Qs Al-Mukmin: 60).
Baca Juga: Kapan Saja Waktu Mustajab Berdoa? Ini Kata Ustaz Khalid BasalamahDi dalam buku Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah disebutkan syarat-syarat doa di antaranya: beriman dan patuh kepada Allah, banyak istigfar, langsung kepada Allah, memiliki keyakinan akan dikabulkan, dan disertai dengan usaha.
Selain itu ada adab-adab berdoa disebutkan: mengangkat tangan, memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat atas Rasulullah SAW, berdoa dengan penuh ketundukan dan kekhusyukan (tadharru’) dan menutup doa dengan hamdalah.
Belum lagi waktu-waktu terbaik untuk berdoa, yakni pada hari Jumat, ketika turun hujan, antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, ketika berpuasa, dan saat sujud.
Hukum Berdoa di Media SosialHukum berdoa di media sosial tentu tidak dilarang. Sebab berdoa juga tergantung maksud dan tujuan. Doa-doa tersebut seperti ajakan untuk mendoakan umat yang tertimpa kemalangan.
Ada pula yang menuliskan doa-doa ma'tsur di akun media sosialnya agar doa-doa tersebut diketahui oleh orang lain.
Sebenarnya hal-hal semacam ini lebih tepat disebut sebagai dakwah daripada doa. Oleh karena itu Majelis Tarjih tidak memandangnya buruk, justru perlu ditingkatkan.
(bal)