Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Sri Mulyani: Pendapatan Negara Melonjak 48,5 Persen per Juni 2022

Garry Talentedo Kesawa Kamis, 28 Juli 2022 - 12:35 WIB
Sri Mulyani: Pendapatan Negara Melonjak 48,5 Persen per Juni 2022
Menkeu Sri Mulyani menyebut pemulihan ekonomi 2023 berasal dari Non-APBN. Foto: Istimewa
LANGIT7, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.317,2 triliun hingga Juni 2022 dari target APBN Rp1.846,1 triliun. Nilai tersebut setara dengan kenaikan 48,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp887 triliun.

Realisasi pendapatan negara meliputi penerimaan perpajakan Rp1.035,8 triliun yang meningkat 52,3 persen dari Rp680 triliun pada Juni 2021 serta PNBP Rp281 triliun. Penerimaan perpajakan ini terdiri dari penerimaan pajak Rp868,3 triliun yang naik 55,7 persen dari periode sama tahun lalu Rp557,8 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp167,6 triliun yang naik 37,2 persen dari Rp122 triliun.

Baca Juga: Berkontribusi Rp375 Triliun, Kementerian BUMN Tingkatkan Pendapatan Negara

"Postur APBN sampai akhir Juni sangat baik dan positif," katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Realisasi penerimaan pajak Rp868,3 triliun yang merupakan 58,5 persen dari target Rp1.265 triliun ini secara rinci meliputi PPh non migas Rp519,6 triliun atau 69,4 persen dari target serta PPN dan PPnBM Rp300,9 triliun atau 47,1 persen dari target. Kemudian PBB dan pajak lainnya Rp4,8 triliun atau 14,9 persen dari target serta PPh Migas Rp43 triliun atau 66,6 persen dari target.

Kinerja penerimaan pajak ini dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas serta pertumbuhan ekonomi yang ekspansif dan tingkat permintaan yang terus membaik baik sekaligus basis yang rendah pada 2021. Selain itu, pertumbuhan penerimaan juga dipengaruhi oleh dampak implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan penerimaan program pengungkapan sukarela (PPS).

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Uang Pemda Mengendap di Bank Capai Rp220,95 Triliun

"Penerimaan pajak diperkirakan masih akan tumbuh pada semester II sejalan dengan perkembangan ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Sementara untuk penerimaan kepabeanan dan cukai yang sebesar Rp167,6 triliun atau 56,1 persen dari target Rp245 triliun meliputi bea masuk yang tumbuh 30,5 persen didorong tren perbaikan kinerja impor nasional terutama sektor perdagangan dan pengolahan. Penerimaan kepabeanan dan cukai juga didorong oleh cukai yang tumbuh 33 persen dipengaruhi efektivitas kebijakan tarif, lonjakan produksi pada Maret dan efektivitas pengawasan.

Bea keluar (BK) yang tumbuh 74,9 persen turut mendorong penerimaan kepabeanan dan cukai seiring tingginya harga komoditas, kenaikan tarif BK produk kelapa sawit dan kebijakan flush out. Terakhir, untuk penerimaan PNBP sebesar Rp281 triliun yang merupakan 58,3 persen dari target Rp335,6 triliun didukung oleh meningkatnya pendapatan semua komponen PNBP kecuali pendapatan Badan Layanan Usaha (BLU).

Baca Juga:

Harga Komoditas Terasa Naik, Krisis Pangan Kini di Depan Mata

Cak Imin Dukung Kripto dan Layanan Fintech Kena Pajak

DPR Minta CT Ungkap Nama Pengusaha Kelas Kakap Tak Bayar Pajak


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)