LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT memberikan rezeki yang tak ternilai kepada hamba-Nya. Dari banyaknya rezeki yang Allah berikan ada pengeluaran yang wajib dikeluarkan kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir, miskin, yatim, piatu, orang yang tengah terkena musibah serta sumbangan ke masjid. Amalan tersebut dikenal sebagai infak.
Apabila seorang muslim enggan melakukan infak atas rezeki yang Allah berikan kepadanya, maka orang tersebut tidak mematuhi perintah Allah SWT. Pada dasarnya, Allah memberikan hamba-Nya rezeki untuk disisihkan sebagian harta mereka kepada yang membutuhkan.
Sebagaimana perintah Allah untuk melaksanakan infak dalam surat Al-Baqarah ayat 245:
مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Baca Juga: Ustaz Burhan: Dakwah Islam Harus Dikembangkan Melalui MedsosDalam tafsir Al-Wajiz Syekh Prof Dr Wahbah az-Zuhaili mengatakan, jihad itu harus mengeluarkan infak, maka orang yang memberikan infak yang baik dari harta yang halal, Allah akan mengembangkan hartanya di dunia dan akan memberinya pahala yang sangat banyak di akhirat. Dan Allah itu mempersempit dan meluaskan rejeki orang yang dikehendakiNya.
Dan hanya kepadaNyalah kalian akan di kembalikan pada hari kiamat, dan akan membalas kalian atas amal perbuatan yang telah kalian lakukan. Ibnu Umar berkata: “Ketika ayat {Matsalulladziina yunfiquuna} turun, Rasulullah SAW berdoa: “Wahai tuhan tambahkanlah sesuatu untuk umatku” Lalu turunlah ayat {Man Dzalladzi Yuqridhu}.”
Selaras, dalam tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah dijelaskan, karena jihad di jalan Allah membutuhkan bekal, maka Allah membuat dorongan untuk berinfak di jalan-Nya dan menyiapkan balasannya dengan pahala yang besar. Allah Maha Pemberi Rezeki, menyempitkan dan meluaskan rezeki siapa yang Dia kehendaki. Dan kepada-Nya kalian akan dikembalikan pada hari kiamat untuk mendapat balasan.
Berdasarkan kedua tafsir di atas, Allah memerintahkan hambah-Nya untuk berjihad di jalan Allah dengan menyisihkan hartanya atas apa yang Allah telah berikan. Dan Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang melaksanakannya serta sebagai catatan amal di hari akhir kelak.
Baca Juga: Sejak Dulu Islam Memuliakan dan Menghormati Perempuan(zhd)