LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagai salah satu rukun Islam, zakat diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan, di antaranya fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan Ibnu sabil. Zakat memiliki potensi besar guna membantu perekonomian bagi kedelapan asnaf tersebut.
Direktur Mobilisasi ZIS Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Da'wah, Dani Ramadhani mengatakan bahwa zakat memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia.
"Potensi zakat ke depan sangat besar, potensi itu sampai kurang lebih yang sudah di survei secara keseluruhan Rp327 triliun per tahun, ini menurut data yang terhimpun data dari pusat kajian strategis Baznas," kata Dani saat di wawancara
Langit7.id, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Ini Cara Rumah Zakat Edukasi Masyarakat agar Rutin Sisihkan HartaIa melanjutkan, berdasarkan data yang terealisasi dari kelompok-kelompok penggerak zakat, penghimpunan zakat di Indonesia berhasil menembus angka Rp17,4 triliun per tahunnya.
"Ini justru menjadi PR (pekerjaan rumah) kita sebagai lembaga zakat untuk bisa terus bersosialisasi secara masif kepada umat muslim," tuturnya.
Sebagai upaya meningkatkan potensi yang lebih besar, Laznas melakukan optimalisasi penghimpunan, mulai dari publikasi di media massa, sosial media, hingga masjid ke masjid. Dani tak menampik bahwa Laznas perlu sinergi dengan lintas elemen terutama wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
"Kita juga butuh mitra-mitra pengelola zakat, seperti UPZ/MPZ (unit pengelola zakat/majelis pengelola zakat), itu salah satu cara untuk menembus wilayah yang belum bisa terjangkau oleh Laznas," katanya.
Baca Juga: Selain Sucikan Harta, Berzakat Bisa Hindari Sifat Kikir dan Tamak(zhd)