LANGIT7.ID, Chicago - Seorang remaja muslim berusia 17 tahun, Hadi Abu Taleh, dipukuli secara brutal oleh petugas petugas polisi di Oak Lawn, selatan Chicago, Amerika Serikat. Remaja tersebut kini mendapat perawatan di rumah sakit karena hidung patah dan pendarahan di dekat otak.
Departemen Kepolisian Oak Lawn mengatakan, bocah itu membawa pistol semi-otomatis pada Rabu (27/7/2022) malam. Bocah itu lari dari petugas polisi saat melakukan pemberhentian lalu lintas.
"Subjek menolak untuk mendengarkan perintah verbal, yang mengakibatkan konfrontasi fisik dengan dua petugas," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan, melansir New York Times, Senin (1/8/2022).
Baca Juga: Cerita Komedian Amerika Dave Jadi Mualaf, Berawal dari Ingin Tahu
Tindakan polisi memukul remaja tersebut direkam salah seorang warga. Video berdurasi satu menit itu dibagikan dan viral di media sosial. Para aktivis mengecam tindakan tersebut, karena Hadi masih tergolong anak remaja.
Dalam video tersebut, terlihat dua polisi melayangkan tinju berkali-kali ke muka dan tubuh Hadi. Hadi juga mendapat pukulan di bagian hingga jatuh ke tanah.
Kuasa Hukum Hadi, Zaid Abdallah, mengatakan, Hadi hanya seorang penumpang dari mobil yang diberhentikan. Dia tidak tahu tentang pemberhentian lalu-lintas. Bahkan, Hadi tak mengerti mengapa melarikan diri.
"Kau membuatnya tenang. Jika dia melanggar hukum, kami memiliki proses untuk itu di Amerika. Anda menangkap orang itu. Dia bisa pergi ke pengadilan obligasi. Dia bisa pergi ke sidang pendahuluannya. Dia bisa pergi ke pengadilan. Ini adalah prosesnya. Prosesnya bukan membenturkan kepalanya ke trotoar,” ujar Zaid.
Zaid juga mencoba mengklarifikasi tentang klaim polisi yang menyebut Hadi memiliki pistol semi-otomatis saat pemukulan. Namun, Hadi belum dapat memberikan kesaksian lantaran belum bisa berbicara akibat luka yang diderita.
“Saya dapat memberitahu anda dengan pasti bahwa senjata api itu tidak pernah diacungkan. Senjata api itu tidak pernah diarahkan," kata Zaid.
Council on American Islamic Relations (CAIR) atau Dewan Hubungan Islam Amerika di Chicago mengatakan meminta pihak kepolisian merilis video rekaman video dasbor dari sebuah polisi yang terlibat. Itu untuk mempermudah penyelidikan.
Baca Juga: Presiden AS Joe Biden Positif Covid-19, Karantina di Gedung Putih
“Terlepas dari dugaan pelanggaran yang mengarah pada penangkapan, video tersebut dengan jelas menunjukkan seorang remaja yang menahan diri untuk tunduk, tidak melawan, dipukuli secara brutal oleh tiga petugas tanpa pembenaran,” kata Direktur Eksekutif CAIR-Chicago, Ahmed Rehab, melansir New York Times.
“Masalahnya di sini adalah kekuatan yang berlebihan dan kebrutalan polisi. Sesuatu yang kita lihat lagi dan lagi dan lagi,” kata dia melanjutkan.
(jqf)