LANGIT7.ID - Sebagai penyebar Islam di Afrika Selatan, makam Syekh Yusuf Al-Makasari kini menjadi destinasi wisata dan tempat ziarah yang penting bagi umat muslim. Makamnya berada di sebuah bukit menghadap Makassar.
Syekh Yusuf, seorang ulama besar keponakan Raja Gowa yang di buang Belanda dan mendirikan Kampung Makassar. Ajaran yang disampaikan Syekh Yusuf hingga saat ini masih membekas di sebagian warga Afrika Selatan. Komunitas muslim pertama di Afrika Selatan dibentuk atas jasa Syekh Yusuf.
Bahkan Syekh Yusuf diakui Nelson Mandela dengan sebutan “Putra Afrika, pejuang teladan kami”. Syekh Yusuf Bahkan menginsporasi Nelson Mandela membebaskan Afrika Selatan dari apartheid.
Keberadaan jejak Syekh Yusuf ini menjadi salah satu alasan kenapa Cape Town menggenjot kunjungan wisata dan memantapkan diri menjadi pusat wisata Islam. Afrika Selatan bahkan telah bekerja sama dengan Data World Travel untuk mempromosikan Cape Town ke seluruh negara Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC).
Dilansir di Fin24.com, menteri pekerjaan umum Afrika Selatan saat masih menjabat sebagai Walikota Cape Town, Patricia de Lille, mengatakan, umat Islam akan menjadi wisatawan paling besar sampai 15 tahun mendatang.
Dalam acara Afrika Halal Week yang pertama kali digelar di negara itu, De Lille menyoroti Cape Town dan Western Cape memiliki potensi pariwisata halal. Acara yang diselenggarakan oleh Western Cape Investment and Trade Promotion Agency (Wesgro) ingin mengeksplorasi peluang pariwisata untuk menawarkan pengalaman perjalanan holistik bagi wisatawan muslim.
Cape Town dan Western Cape bekerja keras mempersiapkan pariwisata untuk muslim. Ini karena daerah tersebut memiliki sejarah muslim yang kaya. Cape Town juga rumah bagi masjid tertua di Afrika Selatan yang sudah berdiri sejak 200 tahun lalu. Layanan halal merupakan salah satu dari subsektor yang tumbuh paling cepat di dunia pariwisata secara global.
Bukan hanya soal pilihan makanan halal, tapi tentang gaya hidup halal, termasuk tur, fashion, film, dan hiburan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menawarkan hotel ramah muslim. Itu sudah dilakukan oleh industri hotel, misalnya hotel Hilton.
Di hotel tersebut tidak hanya menawarkan ruang kamar lengkap dengan sajadah dan Alquran, tapi juga design kamar mandi dan dapur kental dengan kultur muslim. Bahkan Chef Eksekutif di Hilton Cape Town City Center, Tamarin Van Zyl memastikan bahwa semua yang ada di dapur Hilton adalah halal.
Mengenai makanan halal di Cape Town, kini sudah sangat mudah, karena banyak restoran dan toko yang menyediakan makanan halal. Untuk menemukan masjidn pun tidak susah, karena banyak masjid kecil di sudut-sudut kota. Jika di Indonesia disebut musollah.
Nah, wisata halal hanya salah satu dampak besar yang ditinggalkan komunitas muslim pertama di Afrika Selatan. Sejarah memang mencatat kelam kehadiran para pendirinya, tapi justru ada banyak Mutiara-mutiara hikmah di baliknya.
(sof)