LANGIT.ID, Jakarta -
Dokter spesialis anak dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengizinkan orangtua memberikan makanan bermecin atau dengan
penyedap rasa ke anak
Dokter Ardi Santoso menilai pemberian
MSG dibolehkan asal tidak berlebih atau hanya secukupnya saja.
"MSG aman untuk dikonsumsi semua tahapan manusia, bahkan bayi pun memiliki kemampuan metabolik yang sama dengan orang dewasa," kata dr Ardi dikutip
Antaranews, Selasa (2/8/2022).
Baca Juga: Waktu Makan Anak Disarankan Tanpa Gawai, Jangan Sambil MenontonKadar keamanan MSG dijelaskan dalam Permenkes dan Peraturan BPOM dengan batasan secukupnya. Selain itu sudah diatur juga di Permenkes No 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Lebih lanjut, dr Ardi menjelaskan bahwa MSG merupakan senyawa gabungan dari sodium/natrium (garam), asam amino glutamat dan air.
Penegas cita rasa gurih (dalam bahasa Jepang dikenal umami) ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat.
Kemudian, dilakukan penambahan garam sehingga mengkristal. Itu sebabnya, MSG sering ditemukan dalam bentuk kristal putih.
Saat disinggung mengenai beragam mitos terkait MSG, dr Ardi mengatakan sejauh penelitian berkembang, tidak membuktikan secara valid dugaan bahwa MSG berdampak serius bagi kesehatan manusia.
"Sebenarnya, secara alami asam glutamat terdapat di dalam tubuh kita dan bahan makanan yang mengandung protein, seperti susu, termasuk ASI yang memiliki asam glutamat, karena bagian dari protein," kata dr. Ardi.
(bal)