Kanada Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ratusan Orang Meninggal Dunia
Garry Talentedo KesawaKamis, 01 Juli 2021 - 17:17 WIB
Seorang anak laki-laki dan perempuan mencelupkan kepalanya ke muncratan air mancur selama gelombang panas di Montreal Juli 2018 silam. Foto: The Canadian Press/Graham Hughes.
LANGIT7.ID, Ottawa - Gelombang panas ekstrem yang terjadi sejak Jumat pekan lalu menyebabkan ratusan orang di Kanada meninggal dunia. Suhu mencapai 49,5 derajat celcius di Lytton, British Columbia, Senin (28/6/2021), menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah negara tersebut.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, gelombang panas dengan suhu di atas 40 derajat belum pernah terjadi sebelumnya. "Suhu yang tercatat minggu ini belum pernah terjadi sebelumnya, nyawa telah hilang dan risiko kebakaran hutan berada pada tingkat yang sangat tinggi," kata Trudeau seperti dilansir dari AFP, Kamis (1/7/2021).
Hingga, Rabu (30/6/2021), Layanan Koroner British Columbia (BC) menerima setidaknya 486 laporan kematian dalam lima hari terakhir. Angka tersebut diprediksi meningkat seiring gelombang panas yang belum mereda. "Lima hari terakhir di British Columbia telah melihat jumlah kematian yang belum pernah terjadi, dilaporkan ke BC Coroners Service," kata Kepala Provinsi BC Lisa Lapointe seperti dilansir Al Jazeera.
Kendati demikian, Lisa menerangkan ratusan korban itu tak serta merta dihubungkan dengan suhu panas. Namun, dia meyakini melonjaknya angka kematian hingga 195 persen itu disebabkan oleh cuaca ekstrem yang ada di salah satu wilayah di Kanada.