LANGIT7.ID, Jakarta - Umat muslim yang beriman tentunya memiliki hati yang lembut. Namun sebaliknya, bila seorang mukmin memiliki hati yang keras, maka kebaikan atau kebenaran seperti apapun tidak akan bisa diterima.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 74 menjelaskan manusia yang berhati keras:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Baca Juga: Ini Beda Ruqyah Syar'i dengan Praktik Dukun, Umat Harus JeliPendakwah muda, Ustaz Syamsudin Nur Makka menjelaskan terkait surat Al-Baqarah ayat 74 di atas. Ia menuturkan, hati manusia bisa lebih keras daripada batu dan sulit untuk diubah karakteristiknya.
"Kalau batu yang keras masih bisa jadi kerikil, tapi kalau hati yang fisiknya lembut ternyata bisa lebih keras daripada batu ketika sudah menolak yang namanya kebaikan," kata Ustaz Syam dikutip dalam ceramahnya di akun RUMIL AL-HILYA, Ahad (7/6/2022).
Ia menuturkan, hati yang fisiknya lembut ternyata bisa lebih keras daripada batu ketika sudah menolak yang namanya kebaikan.
"
Wa inna minal-ḥijārati lamā yatafajjaru min-hul-an-hār, karena kalau batu itu masih ada air mengalir di antaranya, tapi kalau hati yang sudah keras, kebaikan bagaimanapun diberikan kepadanya tidak bisa lagi mengalir," ujar pendakwah yang mengenyam ilmu agama di pesantren selama enam tahun.
Baca Juga: TGB: Toleransi Diterapkan di Kehidupan Sosial, Bukan dalam AkidahIa menambahkan, batu yang kuat dari atas gunung masih bisa jatuh ke bawah karena takut kepada Allah.
"Kalau Al-Qur'an diturunkan ke gunung, maka dia (gunung) hancur karena saking takutnya kepada Allah. Tapi hati manusia yang tidak takut lagi sama Allah maka dia berubah menjadi lebih keras daripada batu," tuturnya.
(zhd)