LANGIT7.ID - , Jakarta - Jumat adalah hari yang mulia bagi
umat Islam, di mana banyak keutamaan di dalamnya. Di hari ini, umat Muslim berlomba-lomba menebar kebaikan dan amalan. Salah satu yang dekat dengan kita adalah adanya membagikan makanan gratis
Jumat Berkah. Menurut Ustadz Abdurahman Al Habsyi program tersebut merupakan hal baik. Namun sebaiknya dilakukan dengan pengaturan yang tepat agar makanan yang diberikan tidak mubazir.
Baca juga: Keistimewaan Hari Jumat, Banyak Peristiwa Besar Termasuk Kiamat"Supaya tidak
mubazir ditentukan dulu titik-titik yang mana hendak dibagi kalau sudah menentukan titik. Tersebut maka direncanakanlah untuk rutinitasnya sehingga kemudian ada databasenya siapa saja yang bakal menerima bingkisan makanan tersebut sehingga pembagian tersebut tidak terkesan mubazir atau tidak terbuang," ujar Ustadz Rahman kepada Langit7, Jumat (12/8/2022).
Dia melanjutkan, sebaiknya saat ingin melakukan amalan berbentuk kebaikan seperti
sedekah, hendaknya mengatur bagaimana bersedekah yang efektif.
"Seperti melihat tempat-tempat lain yang layak menerima sedekah tersebut. Apakah sudah mendapatkan dari pihak lain atau belum. Kalau belum maka dia dapat menyalurkannya sehingga tidak tumpang tindih. Sehingga sedekah dan
amalannya itu menjadi bermanfaat," katanya.
Lebih lanjut, Ustadz Rahman menjelaskan bahwa amalan utama di
hari Jumat adalah menebar sedekah, terlebih di pagi hari.
Baca juga: Hukum Tinggalkan Shalat Jumat karena Safar Jalan-Jalan"Sedekah di pagi hari itu didoakan oleh malaikat Allah SWT. Sebagaimana sabda Nabi SAW, orang yang berinfak di subuh atau ibadah subuh itu malaikat mendoakannya," pungkasnya.
(est)