Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Muslim Milenial Pilih Jadi Petani, Kini Sukses Bangun Pertanian Modern

mahmuda attar hussein Rabu, 11 Agustus 2021 - 18:58 WIB
Muslim  Milenial Pilih Jadi Petani, Kini Sukses Bangun Pertanian Modern
Ilustrasi petani kentang milenial. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Petani Indonesia sejak dulu didominasi oleh kalangan orang tua di pedesaan. Kebanyakan milenial, ogah untuk menjadi petani, apalagi harus terjun langsung ke lapangan.

Namun, berbeda dengan muslim asal Desa Sumberejo, Magelang ini. Usai menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dalam bidang pertanian, ia memutuskan untuk kembali ke desanya dengan cita-cita membangun pertanian modern.

Bermodalkan ilmu dan pengetahuan yang ia dapatkan di bangku perkuliahan, Agus Wibowo, memulai untuk terjun dalam dunia pertanian dengan membudidaya kentang. Siapa sangka, kini bibit dan hasil panen kentangnya mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberdayakan petani lokal untuk membantunya membangun pertanian modern di desanya.

“Saya ingin merubah pertanian daerah saya lebih maju. Keluarga juga turut mendukung, dan memang tidak menuntut saya untuk jadi pegawai, melainkan sekolah di pertanian yang nantinya bisa membangun desa di bidang pertanian,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.

Baca juga: Hidup dari Louhan, Muslim Asal Bogor Sekolahkan Anak hingga S2

Terlahir dan dibesarkan dari keluarga petani, Agus paham betul dengan seluk-beluk sektor pertanian. Apalagi latar belakang pendidikannya pun turut mendukung kemampuannya agar bisa mengembangkan pertanian di desanya.

“Saya menilai petani itu adalah profesi yang mulia, karena mereka selalu menyediakan bahan makanan dan ketahanan pangan nasional. Saya tidak ingin menjadi petani biasa. Sumber daya alam di tempat saya itu luar biasa, tapi SDM-nya masih konvensional dan belum modern dan masih biasa saja. Sementara pasar masih bergantung dengan tengkulak,” ujarnya.

Kembali ke desanya dengan cita-cita mulia, kini Agus mampu mengedukasi masyarakat sekitar dalam perubahan dan perkembangan pertanian modern. Bidang pertanian yang ia geluti, khususnya komoditas kentang ini mampu menghasilkan bibit kentang unggul dan berkualitas hingga menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, ia terus berupaya untuk meningkatkan edukasi dan memberikan ilmu terkait sistem pertanian modern yang baik. Melalui risetnya, ia melakukan budidaya kentangnya sendiri dan seketika panennya menghasilkan kentang dengan kualitas baik, kini ia tidak perlu repot untuk memikirkan pemasaran dari produk kentangnya.

“Saya tidak pernah melakukan edukasi kepada petani lewat seminar, tapi saya mengedukasi petani melalui praktik di lapangan, sehingga bisa diterapkan secara langsung sembari menjadi contoh. Dari budidaya hingga menghasilkan panen yang bagus, kita bisa meningkatkan produktivitas, kuantitas dan kualitas dari bertani kentang.

Saat ini, ia melakukan pembudidayaan dua jenis kentang, yakni kentang sayur dan industri. Dari situ, masing-masing jenis kentangnya mampu di pasarkan sebanyak 30 ton per bulan.

“Kentang sayur itu kentang pada umumnya untuk bahan masakan seperti sup. Kentang industri itu khusus untuk perindustrian seperti keripik dan stik kentang, jadi kalau dibelah itu berwarna putih dan kadar air juga gulanya lebih rendah. Saat ini suplai ke industri mencapai 30 ton kentang per bulan, dan sayur juga 30 ton per bulannya, kini kami memiliki sekitar 70 petani mitra, supaya suplai kita terpenuhi ke pabrik,” ujarnya.

Baca juga: Rajin Sedekah, Ustadz Asal Banjarmasin Ini Tak Kekurangan dalam Bisnis

Dalam bisnis sektor pertanian ini, Agus setidaknya memasarkan beberapa produk dari kentang, seperti bibit kentang unggul, hasil panen, dan produk turunan kentang seperti keripik. Namun, karena pandemi ini, ia menghentikan sementara produksi keripik kentangnya karena pasar yang turut terimbas pandemi.

“Jadi untuk kegiatan sektor bisnis kita ada di pembibitan, budidaya lahan, dan pasca-panen. Pembibitan kita produksi G0 yang jadi benih dasar untuk petani sekitar, di lapangan kita produksi untuk suplai kebutuhan di pasar atau pabrik. Pasca-panen kita ada produksi keripik kentang, tapi saat pandemi kita masih terhenti karena pasarnya juga terimbas,” jelasnya.

Dalam kemitraan yang dijalankannya, Agus memberikan modal berupa benih dan obat-obatan, sehingga petani juga turut terbantu dari segi permodalan. Sementara hasil panen diambil sesuai kontrak yang ditentukan diawal.

Bagi Agus, dunia pertanian sangat membutuhkan milenial yang berpengalaman. Jadi diharapkan milenial yang memahami dunia pertanian bisa membantu sektor pertanian dan membantu petani dari lapangan, mulai dari budidaya, trading, atau sistem pertanian modern.

“Petani di lapangan kebanyakan masih didominasi orang tua, sehingga milenial perlu membuat terobosan baru agar bisa mendorong untuk memberikan nilai tambah di sektor pertanian. Supaya petani kita maju, ketika pertanian kita terus konvensional, kita sulit untuk maju. Terlebih, dengan kondisi saat ini pangan adalah salah satu ujung tombak untuk keselamatan negara,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)