LANGIT7.ID, Jakarta - Bercocok tanam di dalam rumah terutama tumbuhan yang bisa dimakan, seperti sayur-mayur kian digemari. Kelebihan bertanam dalam ruangan, semua aspek pertumbuhan dan lingkungan tanaman, seperti mempertahankan air, kualitas tanah, dan menyuburkan tanaman secara manual, bisa dikendalikan sendiri
Tanaman juga tidak bergantung pada cuaca atau makhluk di luar. Pada saat yang sama, kualitas udara di rumah meningkat karena tanaman menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
Namun bertanam di dalam ruang perlu memperhatikan beberapa hal agar tumbuhan bisa berkembang baik dan menghasilkan panen yang diharapkan.
-Wadah harus memiliki lubang yang cukup untuk drainase yang memadai dan berukuran tepat untuk tanaman tertentu.
-Sayuran hijau yang dangkal dan berakar hanya membutuhkan kedalaman tanah sekitar 2 inci. Tapi, tomat berakar dalam membutuhkan setidaknya 12 inci kedalaman tanah.
-Gunakan campuran pot berkualitas baik, bukan tanah kebun. Campuran pot biasanya memiliki vermikulit atau perlit supaya drainase lebih baik. Tanah kebun sering kali tidak steril, dapat mengandung jamur atau bakteri.
-Jika musim hujan yang mendung tidak menyediakan cukup cahaya untuk tanaman tumbuh sehat dan kekar, maka pertimbangkan beberapa jenis penyinaran tambahan, seperti lampu tanaman atau lampu neon berspektrum penuh.
-Tempatkan pot-pot dalam rak bila memungkinkan untuk memudahkan dipindah bersamaan ke luar sewaktu-waktu bila cuaca sedang cerah
Beberapa jenis sayur yang mudah ditanam di dalam ruang menurut
Gardening Know How yakni pok choy, kale, microgreens, selada air, bayam, selada keriting dan tanaman herbal seperti kemangi, daun mint, seledri, peterseli dan oregano.
(arp)