LANGIT7.ID - Menyiram tanaman menjadi salah satu perawatan tanaman paling krusial tak boleh dilewatkan. Tanaman adalah makhluk hidup yang juga butuh asupan air agar tetap bisa bertahan hidup.
Namun, menyiram pun tidak bisa sembarangan, layaknya manusia, tanaman juga bisa kurang keseimbangan apabila kekurangan air dan dan merasakan sakit jika kelebihan dalam menyerap air. Selain jumlah air, waktu penyiraman juga harus diperhatikan.
Kanal Youtube Kebun Kumara membagikan sebuah video yang berisi beberapa kesalahan umum saat menyiram tanaman. Seperti apa ulasannya? Yuk kita simak bersama.
Penyiraman dua kali sehariMenyiram tanaman sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali sehari, sebelum jam 8 pagi dan setelah jam 4 sore.
Perhatikan kapan saat tanaman membutuhkan airMeskipun menyiram tanaman disarankan dua kali sehari, tapi ada baiknya tetap perhatikan kebutuhan tanaman sebelum mulai menyiramnya.
Kita bisa mudah mengeceknya dengan cara memasukkan jari ke dalam media tanam. Apabila tanah terasa kering kita bisa menyiramnya.
Jika tanah masih terasa lembab, sebaiknya tunda menyiram karena tanaman masih memiliki cadangan air pada media tanam. Hal tersebut untuk menghindari asupan air yang berlebihan.
Kebutuhan air setiap tanaman berbedaKebutuhan air setiap tanaman berbeda berdasarkan usia bibit dan besarnya wadah. Siram tanaman secukupnya, kita bisa mengira-ngira banyaknya air disesuaikan dengan ukuran tanaman dan besarnya wadah.
Tanaman pada pot besar harus disiram lebih banyak air agar air terserap ke lapisan paling bawah media tanam.
Tipe tanaman tertentu juga sedikit membutuhkan penyiraman, seperti kaktus dan sukulen. Sementara ada tanaman yang sangat butuh lebih banyak air dari tanaman yang lain. Pastikan ketahui hal ini.
Siram hanya pada bagian tanahTanaman menyerap air dengan akar, jadi siram tanaman cukup di bagian tanah saja tidak perlu mengguyur daunnya.
Daun dan batang yang belum terlalu kuat bisa patah terkena siraman air yang terus menerus.
Gunakan mulsaBanyak yang menganggap daun kering dan ranting-ranting yang berada di permukaan tanah pada pot adalah sampah.
Padahal komponen tersebut bisa menjadi material penutup untuk membantu menjaga kelembapan atau disebut mulsa.
Selain daun dan ranting kering yang sudah berwarna kecokelatan, mulsa juga bisa menggunakan sabut kelapa kering.
Adanya mulsa pada tanaman bisa membuat tanah lembap lebih lama sehingga kita tidak perlu terlalu sering menyiram tanaman.
(arp)