Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home masjid detail berita

Hikmah Baca Al-Qur'an dengan Tartil, Memahami Makna Setiap Ayat

hasanah syakim Sabtu, 27 Agustus 2022 - 12:32 WIB
Hikmah Baca Al-Qur'an dengan Tartil, Memahami Makna Setiap Ayat
Dua anak laki-laki yang membaca Al-Quran di masjid. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman bagi alam semesta dan seluruh umat manusia. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk membaca, mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an.

Sebagai wahyu yang diturunkan oleh Allah Taala kepada Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an masih terjaga hingga kini.

Ketika membaca Al-Qur’an terdapat adab yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Di antaranya senantiasa membaca dengan tertib dan tidak tergesa-gesa atau tartil. Membaca Al-Qur'an dengan tartil artinya membaca dengan terang dan jelas.

Baca juga: Rumah Tahfidz Darul A'Shom Bantu Tunarungu Baca Alquran

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Taha ayat 114:

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

“Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS. Taha:114).

Membaca Al-Qur'an secara perlahan dapat membantu kita memahami isi kandungan atau makna dari setiap ayatnya. Sementara membaca dengan tergesa-gesa akan membuat bacaan jauh dari kefasihan makharijul atau tempat keluarnya huruf dan ilmu tajwid.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, tartil memiliki arti perlahan-lahan atau membaca sesuai hukum tajwid. Sebab, dengan membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk lebih memahami dan mentaburi makna di dalamnya.

Baca juga: Musisi hingga Presenter, Ini Publik Figur yang Gemar Baca Alquran

Selanjutnya, Syeikh Abdul Aziz dalam tafsirnya juga menyebutkan asal kata tartil, yaitu membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan menurut syariat tartil diartikan dengan membaca Al-Qur’an secara tertib.

Rasulullah kerap membaca Al-Qur'an dengan tartil, tidak lambat, tetapi juga tidak cepat. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Ta’ala, beliau membaca satu per satu kalimat sehingga satu surah dibaca lebih lama dibanding membaca biasa.

Banyak keutamaan yang didapat umat Islam saat membaca Al-Qur’an antara lain memberi syafaat di hari akhir, mendapatkan pahala kebaikan, serta mendapatkan keberkahan dalam menjalani kehidupan di dunia. Bahkan, bagi mereka yang membaca terbata-bata pun akan mendapat dua pahala.

“Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah meriwayatkan bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Baca juga: DMI Prihatin, Banyak Umat Islam Indonesia Tak Bisa Baca Alquran

Dengan membaca Al-Qur’an secara tartil, maka umat Islam telah mempelajari dan membaca dengan baik. Kemudian, jika sudah begitu tinggal bagaimana tetap istiqomah menjalankan perintah Allah Ta'ala agar benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan