LANGIT7.ID - , Jakarta -
Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman bagi alam semesta dan seluruh umat manusia. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk membaca, mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an.
Sebagai wahyu yang diturunkan oleh Allah Taala kepada
Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an masih terjaga hingga kini.
Ketika membaca Al-Qur’an terdapat adab yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Di antaranya senantiasa membaca dengan tertib dan tidak tergesa-gesa atau tartil. Membaca Al-Qur'an dengan
tartil artinya membaca dengan terang dan jelas.
Baca juga: Rumah Tahfidz Darul A'Shom Bantu Tunarungu Baca AlquranAllah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Taha ayat 114:
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
“Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS. Taha:114). Membaca Al-Qur'an secara perlahan dapat membantu kita memahami isi kandungan atau makna dari setiap ayatnya. Sementara membaca dengan tergesa-gesa akan membuat bacaan jauh dari kefasihan makharijul atau tempat keluarnya huruf dan
ilmu tajwid.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, tartil memiliki arti perlahan-lahan atau membaca sesuai hukum tajwid. Sebab, dengan membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk lebih memahami dan mentaburi makna di dalamnya.
Baca juga: Musisi hingga Presenter, Ini Publik Figur yang Gemar Baca AlquranSelanjutnya, Syeikh Abdul Aziz dalam tafsirnya juga menyebutkan asal kata tartil, yaitu membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan menurut syariat tartil diartikan dengan membaca Al-Qur’an secara tertib.
Rasulullah kerap membaca Al-Qur'an dengan tartil, tidak lambat, tetapi juga tidak cepat. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Ta’ala, beliau membaca satu per satu kalimat sehingga satu surah dibaca lebih lama dibanding membaca biasa.
Banyak keutamaan yang didapat umat Islam saat membaca Al-Qur’an antara lain memberi
syafaat di hari akhir, mendapatkan pahala kebaikan, serta mendapatkan keberkahan dalam menjalani kehidupan di dunia. Bahkan, bagi mereka yang membaca terbata-bata pun akan mendapat dua pahala.
“Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah meriwayatkan bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).Baca juga: DMI Prihatin, Banyak Umat Islam Indonesia Tak Bisa Baca AlquranDengan membaca Al-Qur’an secara tartil, maka
umat Islam telah mempelajari dan membaca dengan baik. Kemudian, jika sudah begitu tinggal bagaimana tetap istiqomah menjalankan perintah Allah Ta'ala agar benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
(est)