LANGIT7.ID, Jakarta - Pengertian pasar modal syariah dibahas di
Muslim Life Fest 2022. Materi tersebut diulas dalam talkshow yang menghadirkan Direktur OJK Pasar Modal Syariah
Direktur OJK
Pasar Modal Syariah, Fadhilah Kartikasasi mengatakan, pasar modal syariah memiliki perbedaan dengan prinsip dengan konvensional.
"Ada prinsip syariah sehingga tidak mengandung kegiatan yang dilarang dalam Islam," kata Fadhilah dalam keterangannya, Ahad (28/8/2022).
Kemudian secara instrumen hanya ada 3, yakni saham syariah, sukuk dan reksadana syariah. Sementara di konvensional terdapat obligasi dan lainnya.
Baca Juga: Ini Cara Jadi Investor di Pasar Modal SyariahMenurutnya, saat ini pasar modal sudah mudah untuk di akses yaitu cukup melalui aplikasi sesuai dengan sekuritasnya.
Bagi investor pemula yang ingin masuk ke pasar modal syariah tetapi masih khawatir salah pilih saham, saat ini bursa telah mengembangkan SOTS (Shariah Online Trading System).
"SOTS adalah sistem transaksi saham syariah secara online yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal, sebagai alat bantu bagi investor yang ingin melakukan transaksi saham secara syariah," ujar dia.
Fadhilah juga memaparkan berbagai fitur utama di antaranya, hanya saham syariah yang dapat ditransaksikan, transaksi beli saham syariah hanya dapat dilakukan secara tunai, tidak bisa short selling, dan lainnya.
"Transaksi beli saham syariah hanya dapat dilakukan secara tunai. Jadi tidak boleh ada transaksi marging (marging trading). Dan saat ini sudah terdapat sekitar 15 sekuritas yang telah menggunakan system tersebut," katanya.
Sementara itu, Dewan Pengawas Syariah PT Urun Bangun Negeri, Adni Kurniawan menyampaikan beberapa teknik yang perlu diperhatikan investor saat analisa transaksi saham.
"Ada dua teknik dasar analisa saham, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental adalah teknik analisa yang memperhatikan parameter-parameter bisnis perusahaan. Seperti berapa lama perusahaan beroperasi, pertumbuhan bisnisnya, pendapatannya, labanya dan sebagianya," ujarnya.
Sedangkan analisa teknikal lebih pada analisa yang memperhatikan histori pergerakan harga tersebut, dan terkait teknik analisa apa yang terbaik dapat dikembalikan kepada preferensi masing-masing investor.
(bal)