Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengharukan, Momen Pertemuan Syekh Muhammad Jaber dan Sang Ayah di Masjid Nabawi

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 30 Agustus 2022 - 09:01 WIB
Mengharukan, Momen Pertemuan Syekh Muhammad Jaber dan Sang Ayah di Masjid Nabawi
Pendakwah Syekh Muhammad Jaber saat bertemu sang ayah di Masjid Nabawi. Foto: Instagram.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pendakwah dan ulama berkebangsaan Arab Saudi dan Indonesia, Syekh Muhammad Jaber mengunggah video yang memperlihatkan dirinya bertemu sang ayah tercinta di Masjid Nabawi.

Dalam video tersebut, tampak keduanya sangat bahagia dan saling berpelukan, mengisyaratkan kerinduan pertemuan ayah dan anak.

Baca juga: 4 Manfaat Mempelajari Alquran Menurut Syekh Ali Jaber

"Alhamdulillah tiba di Madinah sebelum subuh, tidak sempat mampir ke rumah orang tua, tapi enggak apa-apa insya Allah bisa bertemu di tempat lebih mulia, lebih indah, yakni Masjid Rasulullah," tulis Syekh Muhammad Jaber dalam keterangan foto dikutip dari akun Instagram @syekh_muhammad_jaber, Selasa (30/8/2022).

Setelah salat subuh, Syekh Muhammad Jaber pun mencari sang ayah di Masjid Nabawai, tempat beliau bisa salat.

"Setelah salat subuh saya cari ayah di tempat yang biasa beliau salat di situ. Mau datang berikan kejutan buat beliau tetapi kayaknya beliau merasa pasti Syekh Muhammad mencari ayahnya di masjid salat subuh kalau enggak sempet ke rumah. Karena beliau tahu persis betapa besar rindu dan cinta saya terhadap beliau," lanjutnya.

Syekh Muhammad Jaber bercerita bagaimana posisi duduk sang ayah saat berdzikir terlihat seperti tengah menanti dirinya.

"Habis salat beliau duduk sambil dzikir melihat sebelah kanan kiri mana Syekh Muhammad. Ketika beliau merasa ada yang mau ke arah beliau dari belakang langsung berdiri dengan senang hati memeluk saya. Senang, bahagia, terharu sampai menetes air mata," sambung dia.

Baca juga: MHQ Abadikan Cita-Cita Syekh Ali Jaber: Cetak Satu Juta Penghafal Alquran

Terlihat Syeh Muhammad Jaber sangat mencintai dan mengagumi ayahnya. Dia pun mengaku bangga memilikinya. Sebab, dari sang ayahlah lah Syekh Muhammad Jaber mendapatkan banyak ilmu yang kini ia berikan kepada masyarakat, terkhususnya muslimin di Indonesia.

"Ya Allah, demi Allah saya mencintaimu wahai ayahku. Jujur saja, selain saya mencintai dan menghormati beliau sebagai ayah, saya mencintai, menghormati, menghargai dan mentadzim beliau sebagai orang saleh, baik dan mulia, saya bangga punya ayah seperti beliau. Banyak pelajaran untuk saya dari beliau, banyak ilmu, bagi saya teladan yang terbaik di masa ini masya Allah walhamdulillaaah," ucapnya.

Meski banyak belajar dari sang ayah, tapi pria kelahiran 3 Februari 1976 ini mengaku hingga saat ini belum juga bisa sepertinya, yakni istiqamah dalam beramal saleh. Namun begitu, Syekh Muhammad Jaber tetap berharap ke depan hari bisa seperti sang ayah.

"Saya belajar dari beliau istiqomah dalam amal saleh, yang saya sampai saat ini belum bisa seperti beliau. Seumur hidup tidak pernah tinggalkan salat berjamah, salat witir, puasa sunnah apalagi duduk ba'da subuh sampai terbit matahari, salat syuruq yang sejak kecil belum pernah saya lihat beliau tinggalkan setiap hari secara rutin subhanallah," kata pemain film Surga Menanti ini.

Baca juga: Syekh Ali Jaber: Jadikanlah Al-Qur'an Teman di Dunia

"Kebanggaanku ayahku. Semoga saya bisa meneladani beliau dan bisa menjadi anak yang salih bagi orang tua yang salih. Semoga saya bisa membalas kebaikan orang tua saya terhadap saya dan kakak adik saya, walaupun tidak akan bisa. Tapi semoga dalam do'a saya setiap hari bisa menjadi bakti baik dan membalas kebaikan orang tua," pungkas adik dari mendiang Syekh Ali Jaber ini.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)