LANGIT7.ID, Jakarta - Lembaga Bakrie Amanah bersama Yatim Mandiri meresmikan hunian sementara (huntara) tahap kedua di daerah penyintas erupsi Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pembangunan hunian sementara ini merupakan program bantuan Rumah Bakrie untuk negeri, di mana Bakrie Amanah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penanggulangan bencana.
Kali ini, Bakrie Amanah bersama Yatim Mandiri membangun 31 hunian sementara bagi masyarakat penyintas erupsi Gunung Semeru di Kecamatan, Candipuro, Kabupaten Lumajang.
General Manager Bakrie Amanah, Setiadi Ihsan mengatakan, peresmian hunian sementara tahap kedua ini menjadi salah satu bentuk dukungan kelompok usaha Bakrie terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Di mana hunian sementara tahap kedua ini sudah siap dihuni.
“Bentuk komitmen yang dilakukan Bakrie Amanah bukan hanya program-program charity. Bakrie Amanah juga rutin mengirimkan tim responnya dalam menanggulangi bencana, pada awal erupsi tim kami juga hadir di Kecamatan Candipuro ini," kata Setiadi dalam keterangan resmi yang diterima
Langit7, Rabu (31/8/2022).
Baca Juga: Maruf Amin Minta Huntap Bagi Korban Erupsi Gunung Semeru Tidak DijualMenurut Setiadi, pihaknya memiliki wilayah pemberdayaan yang disebut Kampung Makmur Bakrie Amanah. Kampung ini berada di Lombok sebagai salah satu wilayah penyintas bencana.
"Kami hadir di sana untuk mendukung peningkatan ekonomi dan juga semangat pada masyarakatnya,” ujar dia.
Setiadi menuturkan, jika ada potensi yang bisa digarap, kontribusi Bakrie Amanah di kawasan relokasi ini bukan hanya pembangunan hunian sementara saja, tetapi juga bisa menjadi salah satu kawasan pemberdayaan terpadu seperti yang sudah dilakukan Bakrie Amanah di Lombok.
Sementara, Direktur Program Yatim Mandiri, Hendy Nurrokhmansyah mengatakan bantuan hunian sementara bagi penyintas bencana APG Semeru ini salah satu wujud program
recovery bencana oleh Yatim Mandiri.
Hendy mengatakan, Yatim Mandiri juga memberikan dukungan berupa bantuan pemberdayaan ekonomi untuk kembali menghidupkan perekonomian para penyintas dan keluarga yang dibantu, sehingga bisa kembali menjalankan kehidupan secara normal.
Baca Juga: Pertamina Hemat Rp6 Triliun di Tengah Isu Kenaikan BBM"Semoga hunian sementara ini segera bisa ditempati oleh penyintas secara keseluruhan, agar bantuan huntara yang dibangun juga terawat dan termanfaatkan para penyintas," ucap Hendy.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono menyampaikan posisi huntara proses penyelesaiannya sudah ada sebanyak 1.320 unit dan masih tersisa 631 unit masih dalam proses pengerjaan.
"Dengan data yang ada saat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap bisa menyelesaikan proses-proses pembangunannya agar segera bisa dihuni seutuhnya," katanya.
Program Hunian Sementara yang dilaksanakan Bakrie Amanah dan Yatim Mandiri dibangun di atas tanah relokasi yang telah diatur oleh kementerian PUPR sehingga peta lokasi titik sebaran rumah-rumah hunian untuk penyintas lebih tertata rapih dan terstruktur. Pembangunan dimulai dari drainase dan juga instalasi listrik yang memadai.
Baca Juga: Tak Diizinkan Hadiri Rekonstruksi, Pengacara Brigadir J Bakal Lapor ke Jokowi(zhd)