LANGIT7.ID - Tinggal di dekat laut, orang-orang Mediterania menyantap ikan berminyak hampir setiap hari, seperti salmon, makarel, sarden, dan tuna. Dari situlah asupan Omega 3 mereka peroleh. Dan, data terbaru menyatakan asam lemak ini mampu mengurangi migrain.
Melansir laman
The Guardian, pekan lalu, studi terkait konsumsi ikan berminyak dan pengaruhnya terhadap migrain dilakukan Dr Christopher Ramsden dari National Institute on Aging. Bersama rekan-rekannya, ia merekrut 182 pasien penderita migrain yang mendapat serangan mulai lima hingga 20 hari dalam sebulan.
Secara acak tim penelitiannya menugaskan mereka menjalani satu dari tiga pola makan selama 16 minggu. Pertama, diet yang meningkatkan Omega-3 tetapi mempertahankan kadar normal Omega-6. Kedua, diet yang meningkatkan Omega-3 dan menurunkan Omega-6 dan ketiga, diet kontrol yakni menyertakan kedua asam lemak dalam kadar serupa.
Diet dirancang semirip mungkin satu sama lain. Perbedaan utama adalah jenis minyak atau mentega, dan sumber utama protein (telur, ikan, unggas) yang diterima peserta.
Penelitian yang diterbitkan di
British Medical Journal. Studi mengungkapkan dua diet pertama ternyata meningkatkan kadar oxylipin, hormon pengurang rasa sakit, dibandingkan dengan diet kontrol.
Diet itu juga secara signifikan mengurangi frekuensi migrain pada penderita. Rinciannya, kekerapan serangan berkurang 1,3 jam sakit kepala per hari dan dua hari sakit kepala (kumulatif) per bulan bagi mereka yang berada dalam kelompok omega-3 tinggi.
Kemudian ada pengurangan 1,7 jam sakit kepala per hari dan sakit kepala empat hari per bulan bagi mereka yang berdiet dengan asupan tinggi omega-3 namun rendah omega-6.
Meski diet ini tidak mengurangi tingkat nyeri secara nyata, tapi ada pengurangan durasi dan fruekensi sakit kepala menjadi lebih pendek.
Mengingat sebagian peserta dalam studi adalah wanita, diet ini mungkin belum tentu memiliki hasil serupa pada anak-anak, pria atau orang dewasa yang lebih tua. Juga, belum diketahui apakah sumber asam lemak Omega-3 dari sumber nonikan juga efektif pada migrain. Ini terkait pola makan vegetarian yang mengkhawatirkan kelangsungat stok makanan laut.
Guru besar dari King’s College London, Tom Sanders, mengatakan masih belum jelas juga apakah pengurangan durasi migrain murni dipicu oleh asam lemak Omega 3. Pasalnya saat mengonsumsi salmon, orang tak hanya mendapat jenis lemak tersebut, juga mikronutrisi lain seperti Vitamin D dan selenium.
(arp)