LANGIT7.ID - Allah SWT dalam Al-Quran tegas melarang umat Islam mengkonsumsi daging babi. Bukan hanya dagingnya saja, tapi segala bagian yang dihasilkan oleh hewan tersebut. Bahkan, pengharaman babi disebutkan empat kali yakni dalam Surah Al-Baqarah ayat 173, Surah Al-Maidah ayat 3, Surah Al-An’am ayat 145, dan Surah An-Nahl ayat 115.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 3, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”
Baca Juga: Es Krim Berpotensi Haram, Ini Penjelasan LPPOM-MUI
Lalu, apa hikmah penciptaan babi dan larangan memakannya?
Ulama besar asal Suriah Syaikh Dr. Muhammad Taufiq al-Buthi, menjelaskan, salah satu hikmah terbesar penciptaan babi adalah dijadikan ujian bagi umat manusia.
"Allah SWT telah menciptakan yang baik dan yang buruk, serta menjadikannya sebagai ujian ataupun cobaan bagi manusia. Penciptaan babi adalah contoh penciptaan yang buruk yang harus dihindari manusia," jelas putra dari Syaikh Said Ramadhan al-Buthi tersebut.
Baca Juga: Efek Buruk Konsumsi Makanan Haram, Jauh dari Rahmat Allah SWTAndai saja Allah SWT hanya menciptakan makhluk yang baik, kata Syaikh Taufiq, dan menjadikan semua orang baik, maka sudah pasti makna ujian ataupun cobaan tersebut pasti tidak akan pernah ada, sebab adanya hal tersebut adalah untuk manusia.
"Dan Dialah yang membedakan manusia yang baik, sehingga layak mendapat pahala dan memuliakannya dengan surga, dan manusia yang jahat, yang layak mendapatkan hukuman dan neraka," pungkas Syaikh Taufiq al-Buthi.
(jqf)