LANGIT7.ID - , Jakarta - Wajib hukumnya bagi semua muslim bertaqwa kepada Allah SWT. Bertaqwa kepada Allah berarti melaksanakan segenap perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Salah satu upaya menjauhi larangan Allah SWT adalah dengan tidak mengonsumsi
makanan haram. Ketika manusia mengonsumsi suatu yang haram maka itu akan membuatnya jauh dari rahmat dan belas kasih Allah SWT.
Baca juga: Komsumsi Makanan Haram karena Misslabeling Aplikasi, Ini Penjelasan LPPOMUINabi Muhammad SAW, menyebutkan ada seorang pria memiliki rambut dan penampilan acak-acakan melakukan ibadah yang diperintah Allah SWT, seperti
haji,
umrah, mencari ilmu, dan lainnya. Dia mengangkat tangannya dalam permohonan kepada Allah, "Ya Tuhanku, Ya Tuhanku.”
“Tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dengan haram. Lalu bagaimana doanya diterima?” (HR Muslim)
Melansir dari Halal Watch World, Senin (22/8/2022) menurut Journal of Halal Research, UIN Sunan Gunung Djati, makanan haram dapat memengaruhi pikiran dan roh seseorang.
Mengkonsumsi makanan yang haram membuat pikiran tidak fokus dan dapat mengaburkan ketaatan kepada Allah SWT. Allah berfirman mengenai bahaya mengonsumsi sesuatu yang haram dalam
surat Al-Maidah ayat 91.
“Setan itu hanya ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan
minuman keras dan judi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat. Jadi, apakah kamu termasuk orang-orang yang berpantang?” (Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 91).
Baca juga: HAKI dalam Islam: Haram Dicuri, Wajib Dilindungi seperti Kepemilikan Benda FisikNamun apabila manusia tidak menghindari konsumsi haram, sama saja membiarkan diri dipengaruhi oleh setan.
Nabi Muhammad SAW menyebutkan dalam hadits
“Barangsiapa yang mengkonsumsi minuman yang memabukkan maka tidak diterima ibadahnya selama 40 hari” (HR. Jami 'at-Tirmidzi).
Mengonsumsi sesuatu yang haram sama dosanya jika mendapatkan sesuatu dari sumber yang dilarang. Misalnya mencuri, mendapatkan
riba,
pajak perdagangan, atau harta
anak yatim.
Apapun yang berdampak negatif sudah dilarang Islam. Ini merupakan salah satu mutiara hikmah di balik larangan makanan dan minuman haram, seperti alkohol, narkoba, darah, babi, bangkai, dan lainnya.
Keuntungan yang tidak halal itu berbahaya baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana sabda Nabi
“Tidak ada daging yang tumbuh dari yang haram kecuali api neraka lebih cocok untuknya,” (HR Jami' at-Tirmidzi).
Baca juga: Hikmah Alkohol Diharamkan, Bisa Hancurkan Liver dan Kacaukan Otak(est)