LANGIT7.ID, Jakarta - Islam mengharamkan alkohol untuk dikonsumsi. Di dalam Al-Qur’an, Allah secara eksplisit melarang muslim untuk meminum minuman yang memabukkan (khamr). Sebagaimana tercantum dalam ayat berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al Maidah 90)
Ternyata, larangan tersebut memiliki manfaat luar biasa jika dilihat dari perspektif medis. Perawat serta Penulis buku Anda Sel-sel dalam Tubuhmu Berbicara, Rizal Do, menegaskan, alkohol bisa menghancurkan liver dan mengacaukan otak. Dia bahkan membuat bab khusus tentang bahaya alkohol dalam bukunya.
Baca Juga: 3 Aturan Ketat Qatar saat Piala Dunia, Dilarang Minum Miras hingga Kumpul Kebo
“Kondisi perut bengkak pada pasien sirosis disebabkan karena terganggunya kerja liver yang bikin aliran darah menuju hati terhambat, sehingga tercipta bendungan darah di pembuluh darah usus. Endingnya, tekanan darah di area liver (vena porta) jadi naik banget. Sel-sel jadi gelisah dan ketakutan,” tulis Rizal Do di akun twitter-nya, dikutip Kamis (21/7/2022).
Lama-kelamaan fungsi ginjal ikut rusak, sehingga cairan menumpuk di perut. Selain itu, bendungan darah juga terjadi di pembuluh darah usus. Akibatnya, cairan di dalam pembuluh Darah usus keluar ke rongga dan menjadi asites alias perut bengkak.
“Kondisi asites meningkatkan risiko infeksi lapisan dinding perut. Infeksi ini bisa menjadi fatal dan bikin penderita mengalami sepsis. Ketika sepsis terjadi, harapan hidup pasien bisa makin menurun dan prognosis jadi makin buruk,” ucap Rizal Do.
Dalam bukunya, Rizal Do menjelaskan, aIkohol (atau yang lebih dikenal sebagai etanol pada konteks kali ini) merupakan senyawa organik yang sederhana dan larut dalam air. Begitu senyawa ini masuk ke tubuh, ia akan berpetualang mengitari seluruh tubuh secara bebas.
“Saking bebas dan mudahnya senyawa ini berkelana, etanol bahkan mampu menembus sawar darah otak. Akibatnya, peminum bisa saja merasakan efek dari alkohol tidak lebih dari lima menit pasca menenggak satu gelas alkohol,” tulis Rizal Do di dalam bukunya, Andai Sel-sel dalam Tubuhmu Berbicara.
Baca Juga: Mengandung Alkohol, Apa Hukum Makan Tape?
Di antara semua tempat yang ada di tubuh manusia, etanol lebih mudah berjalan di dalam otak untuk menjadi depresan sistem saraf pusat. “Ada laporan dari lambung bahwa kita kedatangan alkohol dalam jumlah yang sangat banyak!” seru salah satu komandan sistem saraf melapor kepada pemimpin tertinggi tubuh, yaitu otak.
Dengan satu helaan napas singkat, otak memerintahkan seluruh sistem untuk mempersiapkan kedatangan cairan itu. Dia tahu betul, kata Rizal Do, kedatangan alkohol akan menjadi malapetaka besar jika ia tidak mampu mengendalikan dampak negatifnya.
“Dua puluh persen kadar alkohol yang masuk ke tubuh akan diserap di dalam lambung, sedangkan 80% sisanya harus menempuh perjalanan panjang menuju usus halus,” tulis Rizal Do.
(jqf)