LANGIT7.ID, Jakarta - Memasuki pertengahan tahun, Indonesia dilanda kemarau basah. Meski kerap diguyur hujan,
cuaca panas tetap mendominasi hampir seluruh wilayah Tanah Air.
Cuaca panas membuat kondisi tubuh gampang lelah, letih, lesu, dan gampang mengantuk sehingga aktivitas yang dijalani tidak maksimal.
Direktur medis regional di Duke Health di North Carolina, Michele Casey mengatakan, ketika musim panas, tubuh bekerja keras untuk tetap dingin. Kerja yang ekstra ini membuat Anda merasa lelah.
"Tubuh Anda, terutama saat di bawah sinar matahari, harus bekerja keras untuk mempertahankan suhu internal tetap konsisten dan normal ketika musim panas," ujar Casey, melansir dari Scientific American, Jumat (2/9/2022).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bisa Sebabkan Intoleransi Panas, Ini BahayanyaPada saat musim panas, tubuh manusia melakukan beberapa penyesuaian untuk mempertahankan suhunya. Salah satunya tubuh akan melebarkan pembuluh darah atau proses vasodilatasi yang memungkinkan lebih banyak darah mengalir di dekat permukaan kulit.
Peningkatan aliran darah di dekat kulit ini menjelaskan mengapa beberapa orang terlihat memerah ketika mereka kepanasan. Selain vasodilatasi, tubuh juga mengeluarkan keringat ke kulit yang berfungsi mendinginkan kulit saat menguap.
Cuaca panas juga meningkatkan gejala dehidrasi karena banyak cairan yang keluar. Oleh karena itu, setiap orang harus tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air lebih banyak saat musim panas.
Tak berhenti sampai di situ, kerja keras tubuh saat musim panas juga untuk melembabkan kulit yang terpapar sinar matahari. Sebab, sinar matahari menyinari kulit dapat menyebabkan perubahan pigmentasi, kerutan, dan luka bakar.
Jika kulit sudah mengalami luka bakar akibat paparan sinar marahati, tubuh secara otomatis mengalihkan cairan ke arah luka bakar untuk menyembuhkan kulit. Pengalihan ini membuat seseorang dapat memiliki lebih sedikit cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
(bal)