LANGIT7.ID, Makassar - Peduli dengan berbagi atau menyisihkan sedikit harta yang dimiliki kepada orang yang membutuhkan, merupakan salah satu cara untuk menghapus dosa dan tentunya bernilai pahala.
Namun, tidak hanya dua hal itu saja, banyak kenikmatan yang akan diraih jika kita bersedekah dengan ikhlas dan sukarela.
Muhammad Hamsir, warga Masamba tergerak membantu sesama setelah dia melihat berbagai aksi sosial di youtube. Saat itu, dia yang sehari-hari fokus membangun usaha konveksi di Makassar, menuai masalah.
Akhirnya, Hamsir memutuskan kembali ke kampung, menenangkan diri. Selama berada di Masamba, dia lebih banyak menonton aksi kemanusiaan di youtube. Saat itulah dia tertarik pada salah satu channel yang bercerita tentang rumah makan gratis.
"Nah, saya berfikir. Kenapa saya tidak bisa melakukan aksi serupa, padahal sebenarnya bisa," katanya saat dimintai komentarnya, Kamis (11/8/2021).
Pascaramadhan tahun 2021, Hamsir mulai bergerak untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Dengan modal sendiri, dia membeli nasi kuning lalu berkeliling mencari pemulung, atau pengemis.
Baca juga: Ismail Kalosi, Menyusuri Lereng dan Melintasi Gunung demi DakwahTetapi, di Masamba kata dia, susah menemukannya tidak seperti di Makassar. Sehingga awal mula bergerak dia hanya memberikan satu nasi bungkus. Hari berikutnya membagikan dua nasi bungkus, dan seterusnya hingga dia memutuskan untuk kembali ke Makassar.
Tiba di Makassar, dia kembali melakukan aksi serupa. Bahan-bahan di bawah dari kampung seperti ubi jalar, gula merah dan kelapa. Kemudian diolah jadi kolak, dia bersama keluarga memasak sendiri. Kemudian memasukkan dalam gelas plastik.
Hamsir membagikan kolak di terminal Mallengkeri Makassar. Hanya sekitar 30 bungkus, habis terbagi. Bahkan kata dia, masih ada yang minta tetapi sudah tidak ada. Esoknya dia membuat dengan porsi yang lebih besar, sekitar 100 porsi habis terbagi.
"Sejak saat itu, sampai sekarang ini, tiap hari, saya membagikan kue dari hasil buatan saya sendiri. Jumlahnya tiap hari 100 bungkus," katanya.
Aksi sosialnya itu, hanya diketahui orang- orang sekitarnya saja. Dia tidak memposting ke media sosial ataupun meminta donasi pada orang lain. Hamsir berjalan sendiri dan bekerja sendiri.
Seiring berjalannya waktu, ayah dari satu orang anak ini, pun mendapatkan bantuan. Mereka memberikan bantuan berupa barang dan bahan yang siap diolah menjadi makanan. Seperti, ada yang memberikan pisang, gelas dan air minum. Selain itu, dia juga tidak lagi bekerja sendiri. Tetapi, sudah ada teman yang ikut membantu.
"Saya dapatkan bantuan itu, saat membagikan makanan. Ada yang bertanya apa yang saya bagikan. Setelah saya jelaskan, mereka tergerak untuk memberikan bantuan," katanya.
Baca juga: Andreas Senjaya, CEO Milenial yang Berbisnis untuk Manfaat Dunia AkhiratHarap Bisa Bangun Rumah Makan GratisMimpi terbesar dari kegiatannya ini, Hamsir berharap bisa mendapatkan tempat dan membangun rumah makan gratis.
Dia melihat, di Makassar sudah banyak yang memberikan bantuan makanan pada warga tidak mampu. Apalagi di hari jumat. Namun, masih banyak juga yang tidak kebagian.
Setiap subuh dia hanya mampu membagikan makanan ringan, sebab belum mempunyai modal untuk membuat makanan berat. Kendati demikian, dia sangat bersyukur bisa berbagi meskipun hanya makanan ringan atau hanya berbagi minuman di siang hari.
Dia juga akan mempelajari bagaimana sistem, jika merekrut tim yang bisa membantu memasak makanan untuk dibagikan di jalan. Hari ini, dia bahkan membuat 60 bungkus kue Pallu Butung, yang akan di antar ke korban kebakaran.
(sof)