LANGIT7.ID, Jakarta -
Muhammadiyah akan menggelar Muktamar ke-48 pada 18-20 November 2022 di Solo, Jawa Tengah. Acara yang mengambil tema Memajukan Indonesia, Mecerahkan Semesta itu akan digelar di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakara (UMS).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M. Ed, menjelaskan, tema Muktamar ke-48 menggambarkan arah orientasi gerakan Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki program lima tahunan dan program jangka panjang.
Pertama,
Muhammadiyah ingin berperan lebih besar dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Maka itu, kata Mu'ti, memajukan Indonesia merupakan bagian dari tanggung jawab Muhammadiyah.
"Bagaimana secara bersama-sama, Muhammadiyah sebagai organisasi terlibat lebih banyak dalam persoalan-persoalan kebangsaan dan persoalan kenegaraan," kata Prof Mu'ti saat berbincang dengan LANGIT7.ID di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatang, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Terima Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Siap Hadir di Muktamar
Visi memajukan Indonesia sebenarnya penguatan dari keputusan Sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Kalimantan Timur pada 2015 lalu. Dalam sidang itu, Muhammadiyah merumuskan dokumen Indonesia Berkemajuan.
"Muhammadiyah ingin memperkuat peran-peran kebangsaan, tentu dengan karakteristik Muhammadiyah. Kita ingin Sekolah kita lebih baik lagi, rumah sakit kita lebih baik, gerakan sosial-ekonomi kita lebih kuat lagi, dan berbagai hal yang selama ini kita sudah lakukan," ujar Prof Mu'ti.
Kedua, mencerahkan semesta mengandung cita-cita Muhammadiyah ingin menjadi gerakan yang mendunia. Ada istilah yang diputuskan dalam Muktamar ke-46 di Yogyakarta pada 2010 lalu yani internasionalisasi Muhammadiyah.
Pada 1 Agustus 2011, Muhammadiyah resmi menjadi United Nations Economic and Social Council (ECOSOC) PBB. Saat ini, Muhammadiyah juga sudah memiliki 28 cabang istimewa di 28 negara. Ada juga lembaga-lembaga internasional yang sudah berdiri di berbagai negara.
Prof Mu'ti menyebut, Muhammadiyah sudah memiliki pengalaman dalam bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional. Terutama kerjasama di bidang pembangunan sperti ekonomi, kesejahteraan sosial, kesehatan, peran-peran perdamaian hingga peran kemanusiaan.
Baca Juga: Rahasia Muhammadiyah Sukses Kelola Puluhan Ribu Amal Usaha
"Ini kan kita sudah sangat kuat Muhammadiyah dalam bidang-bidang itu. Meskipun hanya beberapa gelintir yang bisa dihitung dengan jari, kita punya lembaga di luar negeri, sekolah di Australia, mesir, Mesir, sedang persiapan sekolah di Filipina dan tempat lain," ungkap Prof Mu'ti.
Hal itu merupakan bagian dari arah gerakan Muhammadiyah pada masa yang akan datang. Muhammadiyah ingin berbuat lebih banyak, baik di dalam maupun di luar negeri. Amal-amal usaha Muhammadiyah diproyeksikan menjadi
center of excellence (pusat keunggulan).
"Sehingga kita tidak sekadar punya sekolah, tapi sekolah itu harus menjadi sekolah yang baik dan unggul, rumah sakit bukan sekadar berdiri tapi harus rumah sakit yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," tutur prof Mu'ti.
(jqf)