LANGIT7.ID, Jakarta - Firman El Amany Azra mengungkapkan kondisi jenazah almarhum ayahnya yang damai saat detik-detik meninggalnya Prof Azyumardi Azra. Menurutnya, hal ini mencerminkan cara wafat yang husnul khatimah.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan kronologis wafatnya Prof Ayzumardi di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia. Mulanya, keluarga berniat membesuk untuk mengetahui perkembangan kesehatan.
Jam besuk siang hari dibuka pukul 12.30 waktu malaysia (GMT 8), tapi keluarga sudah datang lebih cepat sekitar 10 menit. Tak lama setelah kedatangan keluarga, dokter yang menangani perawatan mengabarkan bahwa Prof Azyumardi sudah kritis.
Baca juga: Jenazah Prof Azyumardi akan Dimakamkan di TMP Kalibata “Detak jantungnya hilang, kemudian diupayakan resusitasi tapi tidak berhasil dan dinyatakan meninggal pukul 12.30 WIB,” kata Firman saat menghadiri takziah Ikatan Alumni UIN Jakarta (Iluin), Ahad (18/9/2022).
“Saya sempat melihat wajah bapak, sangat damai, sangat tenang seperti tidak ada rasa sakit sama sekali, bersih putih, sepertinya tidak ada beban,” imbuhnya.
Melihat wajah yang tenang, Firman berharap ayahnya wafat dalam keadaan husnul khatimah. Sebab, lanjutnya, Prof Azyumardi wafat saat menjalani aktivitas dakwah, berangkat ke Malaysia untuk menghadiri undangan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dalam Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam yang dilaksanakan di Selangor, Malaysia yang dilaksanakan pada 17 September 2022.
Baca juga: Ikaluin Gelar Takziah Virtual: Prof Azyumardi Intelektual Kebanggaan Dunia Islam“Pada saat meninggal sedang berdakwah membagikan pengetahuan, diundang Sri Datuk Anwar Ibrahm menjadi pembicara seminar, namun Allah punya ketetapan lain,” kata Firman.
(sof)