LANGIT7.ID, London - Masjid Shah Jahan di Woking, Inggris merupakan masjid pertama yang dibangun di Inggris. Ia juga merupakan rumah ibadah umat Islam yang terdaftar sebagai Grade I oleh Kerajaan Inggris. Bangunan ini memiliki arsitektur khusus atau bersejarah sehingga penting dilindungi.
Mengutip laman Bayt Al-Fann, Masjid Shah Jahan didirikan pada 1889, bangunan yang mewakili masuknya budaya Islam di Inggris.
Masjid itu menjadi pusat Oriental Institute yang dirancang oleh Dr Lietner, seorang ahli bahasa Hungaria-Yahudi yang masuk Islam setelah bekerja di British India. Pembangunan masjid itu didanai oleh penguasa wanita negara bagian Bhopal, Sultan Shah Jahan Begum.
Saat berusia 17 tahun, Leitner datang ke Inggris untuk belajar di King's College London University. Dia lalu menjadi profesor hukum Arab dan Muhammad pada usia 21 tahun. Dia lalu memiliki visi untuk mendirikan institusi pendidikan di Eropa tempat studi Islam dan dunia Islam dapat berkembang dan dipelajari.
Baca Juga: Kunjungan Pertama ke Masjid di Inggris, Ratu Elizabeth II Dihadiahi Al-Qur'an
Oriental Institute didirikan pada 1884 oleh Leitner dengan tujuan untuk menciptakan pusat pembelajaran dan sastra oriental. Cita-cita Leitner untuk menjadikan institut itu untuk menjadi universitas tidak pernah terwujud.
Tanah yang menjadi cikal-bakal pembangunan masjid itu dibeli oleh Nizam Hyderabad. Lalu, pembangunan masjid didanai oleh Shah Jahan Begum. Kontribusi Begum sangat besar untuk pembangunan masjid itu, sehingga dinamai sesuai dengan namanya.
Pembangunan itu masjid dirancang oleh arsitek lokal Anglo Irlandia, William Isaac Chambers. Arsitektur Nikolaus Pecsner menggambarkan desain bangunan itu sebagai kubah bawang di dinding puing-puing halus dengan gambar tiga bagian depan dekoratif dengan gambar biru & emas.
Hal yang menarik, panel dekoratif tidak lagi berwarna biru dan emas, karena selama bertahun-tahun telah dicat dalam serangkaian warna yang berbeda. Tiang masjid yang dicat putih saat ini dikaitkan dengan perusahaan film yang menampilkan bagian luar masjid dalam film 1977.
Baca Juga: Pertama dan Terbesar di Ukraina, Ini Penampakan Masjid Ar-Rahma
Masjid ini juga mencerminkan gaya Mughal akhir abad ke-18 di India. Elemen arsitektur kubah bawang, pintu masuk serambi tengah, pintu melengkung dan ceruk yang lazim sepanjang periode Mughal, dan dibangunan kemudian menjadi model pahatan.
![Masjid Shah Jahan, Masjid Pertama yang Dibangun di Inggris]()
Masjid Shah Jahan menangkap semangat orientalisme akhir abad ke-19. Itu adalah masa ketika, bagi orang Eropa yang penasaran, ada tempat misterius & fantastis yang disebut 'Timur'. Masjid yang terbangun dapat dianggap sebagai arsitektur yang setara dengan fantasi orientalis.
Masjid Shah Jahan mewakili transfer budaya yang sangat nyata yang terjadi sepanjang abad ke-19 antara Inggris Victoria dan negara-negara Timur Tengah dan India, yang dialami melalui penjajahan dan perdagangan.
Masjid ini dibangun setahun sebelum kematian Leitner pada tahun 1889 dan sering dikunjungi oleh sejumlah kecil pejabat dan karyawan India-Inggris Ratu Victoria; termasuk sekretarisnya Abdul Karim.
Saat Leitner meninggal pada 1899, Masjid tersebut tidak digunakan lagi. Namun, dihidupkan kembali dan dipulihkan oleh Khwaja Kamaluddin (1870-1932), seorang pengacara India yang mengunjungi situs tersebut pada tahun 1913. Dia menemukan masjid terkunci dan tidak digunakan selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Sejarah Pembangunan Masjid Pertama di Amerika Serikat
Kamaluddin lalu mendirikan The Woking Muslim dan ditunjuk mengurus masjid tersebut. Atas dasar itu, masjid itu menjadi pusat aktivitas muslim di Inggris pada awal hingga pertengahan abad ke-20.
Idul Fitri di masjid Shah Jahan adalah acara populer yang menarik umat Islam dari seluruh negeri. Peristiwa-peristiwa ini merupakan titik penanda yang menekankan peran sentral Masjid Shah Jahan dalam kehidupan Muslim Inggris. Perayaan Idul Fitri berlanjut sebagai peristiwa besar hingga tahun 1960-an.
Selama paruh pertama abad ke-20 Masjid Shah Jahan menjadi pusat perkembangan Islam di Inggris dan dikunjungi orang-orang penting dari seluruh dunia seperti Sultan Jahan Begum, putri dari pendonor terbesar masjid (1925), Raja Arab Saudi Amir Saud (1935), Kaisar Abyssinia, Yang Mulia Kaisar Haile Selassie (1936), Muhammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan (1932), Agha Khan, Yang Mulia Sir Muhammad Shah (1957), dan Duke of Kent, Pangeran Edward (2003).
(jqf)