LANGIT7.ID, Jakarta -
Surat Al Waqiah merupakan ayat-ayat Al Quran yang diturunkan di Mekkah. Makna dari surat ini mengisahkan tentang hari kiamat, dan balasan surga serta neraka.
Al Waqiah berisi 96 ayat. Meski nominalnya tergolong banyak, namun ayatnya tergolong pendek-pendek dan mudah dihafal. Surat ini membahas soal hari pembalasan.
Sejumlah ulama menganjurkan umat Islam membaca surat Al Waqiah setelah
salat Subuh sebagai wirid. Salah satu keutamaannya yakni mendapat kemudahan, termasuk dalam rezeki.
Melansir
Tebuireng Online yang ditulis oleh Qana'atun Putri, dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah mengajarkannya membaca surat Al Waqiah setiap malam agar dijauhkan dari kemiskinan.
Baca Juga: Manfaat Membaca Surah Al-Waqiah, Bisa Jadi Wirid setelah SubuhAbdullah bin Mas'ud mengatakan, dia tidak khawatir menderita kemiskinan. Lalu dia pun menyampaikan sabda Rasulullah:
"Barang siapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya." (HR. Abu Ya'la dan Ibnu Asakir).
Ahli Tafsir Quran, Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah menerangkan, tema utama Surat Al Waqiah tentang Hari kiamat serta penjelasan apa yang akan terjadi di bumi dan akhirat kelak.
Ada 3 kelompok atau golongan yang diuraikan dalam Surat Al Waqiah. Pertama, orang-orang yang dekat dengan Ar Rahman tampil mendahului orang-orang taat yang lain. Kelompok ini disebut As Saabiqun.
Kelompok kedua orang-orang taat selain mereka As Saabiquun yakni Ashabul Yamin, dan kelompok ketiga, orang-orang yang secara terang-terangan melakukan kedurhakaan dan bersikap munafik.
"Mereka ini disebut ashabul masy’amah," kata Quraish Shihab dalam buku tafsirnya dikutip laman resemi
NU Ponorogo, Rabu (20/9/2022).
Dalam hadis lainnya, Nabi SAW bersabda bahwa surat Al Waqiah merupakan salah satu surat di dalam Al Quran yang membuatnya terlihat beruban.
"Telah membuatku beruban surat Hud, surat Al-Waqi’ah, surat Al-Mursalat, surat An-Naba, dan surat At-Takwir," (HR Turmuzi dengan predikat Hasan Garib).
Syeikh Abdullah Al Faqih menjelaskan alasan Nabi SAW mengatakan hal itu karena pada ayat itu terdapat kandungan menakut nakuti terhadap adzab akhirat dan menceritakan tentang gambaran surga.
(bal)