LANGIT7.ID, Jakarta - Membicarakan kenangan masa SMA selalu ada yang menarik. Seperti yang dilakukan anak-anak
SMA 46 medio 1990-an ini.
Disaat Ibu Kota Jakarta marak perkelahian antar pelajar, terselip kisah liga sepak bola antar kelas yang masih dikenang hingga sekarang.
Namanya cukup unik, "Liga Bacot". Liga ini tercipta dari hobi murid-murid yang menyukai sepak bola di lingkungan sekolah.
Liga Bacot sebenarnya adalah kiasan dari pertandingan sepak bola di lingkungan SMA 46. Sepak bola antarkelas, antarkejurusan dimasa angkatan 2000.
Baca juga: Main Bola Lagi di Lapangan ItuLiga ini penuh euforia akan sorakan, teriakan, bahkan caci makian yang membuat setiap pertandingan bak di stadion bola yang besar. Meskipun jumlah pemain di lapangan hanya 7 pemain setiap timnya, dengan wasit seadanya, gawang tanpa mistar yang bermodalkan tumpukan batu, dan bola plastik yang terkadang harus ganti bola 2-3 kali karena bola pecah, tapi semua penuh dengan sportifitas.
Liga ini (pada waktu itu) diklaim menyaingi euforia premier league, Seria A Italia, dan bahkan Liga Champions Eropa. Agak berlebihan memang. Tapi suasana itu nyata.
Bahkan sebelum tim turun ke lapangan, atmosfer antar kelas sudah memanas. Sorak sorai bahkan teriakan lantang kerap dilontarkan. Tujuannya untuk menjatuhkan mental lawan.
Lapangan tempat bermain bola pun seadanya. Hanya di lapangan olah raga halaman sekolah yang tidak terlalu besar.
Baca juga: Salute 46 FC Gelar Turnamen Trofeo Persaudaraan Sepak Bola AlumniKebetulan, SMA 46 memiliki 2 lapangan. Yakni lapangan bawah dan lapangan bagian atas. Kedua lapangan ini lah yang kerap dipakai untuk bertanding bola.
Dulunya, Liga Bacot tercipta karena dimasa itu para murid laki-laki sebagian besar adalah penghobi dan penggila sepak bola. Tidak aneh bila masa itu bermain bola menjadi kegiatan yang tak kenal waktu. Sebelum jam masuk belajar, saat istirahat, setelah jam pulang sekolah sama saja. Selalu bermain bola.
Beberapa murid laki-laki pun ada yang sekolah memakai sepatu bola sejak dari rumah. Anehnya, murid tersebut belum tentu murid yang ikut dalam ekstrakulikuler sepak bola.
“Tiada hari tanpa bola. Yuk ah kita adain lagi di sekolahan. Dah lama gue ga bantai kelas loe 5-0," kekeh Charlie, salah satu alumni 46 angkatan 2000.
Ekstrakulikuler sepak bola dan ekstrakulikuler lainnya adalah kegiatan dan aktivitas yang dilakukan dilingkungan sekolah atau di luar sekolah yang masih berada dibawah kewenangan sekolah.
Aktifitas positif seperti ini yang bisa mengurangi resiko terjadinya perkelahian antar sekolah/pelajar setelah jam pulang sekolah. Karena kegiatan ini mampu memecah konsentrasi pelajar untuk tidak berkumpul/bergerombol di luar sekolah.
Liga Bacot pula lah yang menyatukan alumni
SMA 46 khususnya angkatan 2000 untuk berkumpul, bersatu dan bersilahturahmi dengan penghobi olah raga yang sama di masa itu. (adv)
(sof)