LANGIT7.ID, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kerja sama untuk menjajaki terciptanya ekosistem islami di Indonesia, ditandai dengan pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah untuk meningkatkan tingkat penetrasi di kalangan warga NU.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi, mengatakan, sinergi dan kerja sama ini menjadi penting dan strategis untuk mewujudkan ekosistem islami karena PBNU merupakan organisasi Islam terbesar bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia dengan pengikut lebih dari 100 juta orang.
Selain itu, PBNU juga mengelola pondok pesantren, sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit serta mengorganisir masyarakat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup umat Islam.
Baca Juga: Prinsip Ekonomi Syariah Diterapkan di Barat tapi Tak Menyeluruh di Indonesia, Mengapa?
"Kami optimis dengan sinergi dan kerja sama dengan PBNU dalam menyediakan layanan jasa perbankan syariah ini akan mendorong terwujudnya ekosistem islami. Karena PBNU memiliki dan mengelola pondok pesantren, sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit serta mengorganisir masyarakat untuk membantu peningkatan kualitas hidup umat. Kami berharap sinergi dengan PBNU ini akan terus berlanjut sehingga peran BSI dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kebangkitan ummat melalui optimalisasi implementasi ekonomi keummatan yakni ekonomi syariah serta bersama-sama membangun ekosistem islami,” jelas Gunardi, Rabu (21/9/2022).
Beberapa poin kerja sama antara BSI dan PBNU antara lain adalah pelayanan
cash management, mencakup solusi pengelolaan likuiditas (
liquidity solution), solusi penerimaan/tagihan (
receivable solution), solusi pembayaran/pengeluaran (
payable solution), solusi digitalisasi transaksi termasuk layanan
virtual account yang memudahkan, dan layanan Ziswaf. Serta pemanfaatan produk-produk dana dan pemanfaatan produk-produk pembiayaan yang berdasarkan prinsip syariah dari BSI dalam rangka pengembangan usaha PBNU baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun UMKM.
“BSI dan PBNU juga berkolaborasi untuk pengembangan kemandirian ummah di antaranya Pengembangan Komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui kerja sama pelatihan,
workshop pengembangan ekonomi berbasis syariah, pengembangan masjid dan kegiatan sosial lainnya,” tutur Hery.
Sementara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengatakan kerja sama antara PBNU dan BSI ini merupakan langkah awal untuk mengakselerasi kapasitas perekonomian masyarakat, terutama warga NU.
Baca Juga: Faisal Basri: Ekonomi Islam di Indonesia Sekadar Simbol, Belum Menyeluruh
Gus Yahya juga berpesan kepada BSI untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan agar bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Gus Yahya juga mengingatkan BSI bahwa perbankan syariah harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, tanpa melihat latar belakang mereka, bukan hanya masyarakat Muslim saja.
“Kami menyambut kerja sama ini sebagai strategi untuk melakukan akselerasi kapasitas ekonomi di lingkungan komunitas Muslim. Namun perbankan syariah ini harus inklusif dan dapat dinikmati keuntungannya bukan hanya warga Muslim tapi juga seluruh masyarakat dari latar belakang apapun," kata Gus Yahya.
(jqf)