LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang tua tentu pernah mengalami situasi di mana anak rewel, bahkan tidak mengijinkan ketika mereka ingin pergi bekerja. Namun, tidak semuanya memahami bagaimana mengatasinya dengan tepat.
Psikolog founder Good Enough Parents, Pritta Tyas memberikan beberapa tips dalam mengatasi anak yang tidak mengijinkan orang tua pergi
bekerja.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah tegas pada keputusan Anda sebagai orang tua. Menurut Pritta, ini adalah salah satu nilai positif dari kedisplinan. Meski demikian, orang tua harus menyertakan
penjelasan yang membuat anak-anak tenang.
Baca juga: Cara Ajarkan Anak Mengenal Allah SWT lewat Keseharian Mereka"Misalnya deketin anak kita, terus bilang oke mama tahu kamu pengen banget main sama mama, kita bisa main nanti pas mama pulang. Sekarang kamu boleh siapkan mainan apa saja yang mau dimainkan sama mama nanti malam. Sekarang mama harus berangkat kerja Mama sayang banget sama kamu," ujar Pritta dalam acara webinar parenting, Jumat (23/9/2022).
Setelahnya, lanjut dia jika mereka sudah menerima, segeralah pergi tanpa membalikkan badan.
Kemudian, libatkan anak dalam
aktivitas saat orang tua bersiap untuk bekerja. Misalnya minta anak-anak menyiapkan botol minum, tisu,
handsanitizer, dan lainnya. Tujuan melibatkan anak di sini adalah untuk mereka merasa berharga.
"Dengan dilibatkan, mereka akan merasa penting dan berharga, sehingga dia tidak perlu cari aksi-aksi lagi yang membuat mama perhatikan," katanya.
Lebih lanjut, Pritta melarang untuk jangan memberi iming-iming pada anak, seperti akan membelikan
es krim atau lainnya saat pulang kerja.
Baca juga: Kenali Gejala Stres pada Anak, Orangtua Wajib Tahu"Ini tidak terlalu disarankan. Meski terkadang kalau terpepet tidak apa-apa dilakukan tapi disarankan jangan terlalu dilakukan," ucapnya.
Selain memberikan iming-iming, dia juga menyarankan untuk tidak pergi secara diam-diam. Sebab, menurut Pritta terkadang ada anak yang sensitif akan perpisahan.
"Nah, hal ini benar-benar jangan dilakukan karena beberapa anak cukup sensitif dengan perpisahan. Jadi perpisahan bagi dia berat, menyakitkan sehingga membuatnya merasa sendirian," tuturnya.
"Jadi ketika kita diam-diam pergi, takutnya merusak kepercayaan anak kita atau takutnya mereka malah makin susah buat ditinggal karena merasa dibohongi. Jadi lebih baik izin meskipun menangis anaknya," pungkas Pritta.
Baca juga: Tips Mendidik Anak dengan Hikmah Surat Luqman ayat 12-19(est)