LANGIT7.ID, Jakarta - Ada
tips mendidik anak sesuai Al Quran. Pola parenting ini tersirat dalam surat Luqman ayat 12-19, diambil dari kisah seorang ayah yang bijak, Luqman Al Hakim.
Nama Luqman Al Hakim mendunia karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Ada yang berpendapat sosok Luqman merupakan nabi, namun ada juga yang menilai hanya orang yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT sebagaimana bunyi ayat 12.
"Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman." (QS Luqman ayat 12).
Baca Juga: Tafsir Luqman Ayat 17: Membekali Anak dengan Pengetahuan AgamaPenulis hikayat dan hikmah berjudul Keledai dan Cacian Orang, Slamet Rianto mengatakan, makna dari hikmah ini memiliki beberapa arti di antaranya ilmu dan amal serta kecerdasan dari Allah SWT.
"Ada pendapat lain menyatakan, bahwa hikmah ini berarti ilmu dan amal. Karena itu seseorang tidak akan dapat menyandang gelar 'Hakim', kecuali jika ia telah mengantongi keduanya, yakni ilmu dan amal," kata Slamet dalam tulisannya dikutip Selasa (13/9/2022).
Luqman Al-Hakim adalah sosok teladan dalam mendidik anak. Keteladanan Luqman Al-Hakim dalam mendidik anak ini telah diabadikan dalam Al-Quran agar menjadi teladan umat Islam.
Berikut arti dari surat Luqman ayat 12-19:
12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Ada 2 kandungan surat Luqman melansir Institut Agama Islam An Nur Lampung:
1. KeimananAl Quran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang yang beriman. Langit dan bumi serta keajaiban-keajaibannya merupakan bukti kekuasaan Allah SWT.
2. Berbakti kepada Allah SWTAnak wajib patuh dan berbakti kepada orangtua, selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Bila memang keduanya mengajak pada kekufuran, sebaiknya tidak diikuti, namun tetap berbakti kepada mereka.
(bal)