LANGIT7.ID, Jakarta - Tren makanan dan
minuman kekinian memang tak ada habisnya. Namun terkadang tak sedikit orang FOMO (Fear of Missing Out) dengan tren tanpa memikirkan risikonya.
Baru-baru ini ramai dibahas terkait kandungan gula dari minuman kekinian. Banyak warganet menilai beberapa produk terlalu manis karena mengandung gula tinggi sehingga menghilangkan rasa asli dari minuman tersebut.
Padahal, konsumsi gula dalam asupan harian memiliki batasan. Sebab, gula berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan risiko penyakit, seperti diabetes.
Baca Juga: Jangan Sembarangan Kasih, Ini Bahaya Minuman Manis untuk AnakAmerican Heart Association (AHA) mengungkapkan, batas asupan gula harian pada kondisi normal yang direkomendasikan adalah 36 gram (9 sendok teh) untuk pria dewasa, 24 gram (6 sendok teh) untuk wanita dewasa, dan kurang dari 24 gram (6 sendok teh) untuk anak-anak usia 2 hingga 18 tahun.
Semenara itu, menurut Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200kkal). Konsumsi tersebut setara 50 gram atau empat sendok makan.
Jika mengonsumsi lebih dari takaran tersebut setiap harinya maka ada risiko lain yang bisa menyebabkan penyakit di dalam tubuh. Berikut dampak buruk konsumsi gula terlau banyak, melansir dari
Healthline, Ahad (25/9/2022).
1. ObesitasMengonsumsi gula berlebih dapat menyebabkan obesitas atau kenaikan berat badan yang tidak wajar. Sebab, minuman manis seperti soda, jus, teh, dan kopi mengandung fruktosa atau gula sederhana.
Fruktosa tersebut dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi lebih. Mengonsumsi fruktosa berlebih menyebabkan resisten leptim atau siyal untuk membuat rasa ingin mengonsumsi kalori cair dalam jumlah besar.
2. Penyakit JantungJika mengonsumsi banyak gula, terutama yang terkandung dalam minuman manis dapat dikaitkan dengan risiko aterosklorosis yakni penyakit penumpukan lemak. Jika terjadi aterosklorosis maka berpotensi penyumbatan arteri.
Sebuah penelitian pada lebih dari 30.000 orang menemukan, mereka yang mengonsumsi 17-21 persen kalori dari gula tambahan memiliki risiko 38 persen lebih besar meninggal akibat penyakit jantung.
3. DepresiSebuah penelitian terhadap 8.000 orang selama 22 tahun menunjukkan, seseorang yang mengonsumsi 67 gram gula atau lebih perhari, 23 persen berpotensi depresi. Ini dibandingkan dengan yang mengonsumsi 40 gram gula per hari.
4. Penumpukan lemakAsupan fruktosa yang tinggi berpotensi meningkatkan perlemakan pada hati. Sebab, fruktosa secara langsung dipecah oleh hati untuk diubah menjadi energi atau disimpan sebagai glikogen.
Hati dapat menyimpan glikogen dalam jumlah berlebih untuk diubah menjadi lemak. Sejumlah besar fruktosa membebani hati sehingga menyebabkan penumpukan lemak berebih atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD).
5. Jerawan dan Penuaan Dini Mengonsumsi gula terlalu tinggi juga menyebabkan produksi AGEs atau reaksi senyawa antara gula dan protein dalam tubuh tua sebelum waktunya. Makanan atau minuman manis dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin.
Hal tersebut menyebabkan peningkatan produksi minyak dan peradangan yang berpenan pada perkembangan jerawat.
(bal)